Belum Ada Penambahan Medali Bagi Indonesia

      Tidak ada Komentar

 

Rio de Janeiro ( Berita ) : Memasuki hari kelima Olimpiade Ke-31 di Rio de Janeiro, Brasil, Rabu [10/08] , peringkat Indonesia masih belum juga beranjak naik dalam peringkat umum pesta olahraga sejagat itu karena belum ada lagi tambahan medali.

Dengan dua medali perak yang sudah didapat, yakni dari cabang angkat besi, Indonesia kini bercokol di urutan ke-25 atau terus menurun karena pada pertandingan hari Selasa sejumlah negara yang semula berada di bawah Indonesia kini dapat menambah koleksi medalinya.

Pada pertandingan yang diikuti Indonesia sepanjang Selasa atau hari keempat pertandingan, seluruhnya membuahkan kekecewaan. Di cabang dayung, langkah atlet asal Maluku La Memo akhirnya terhenti di perempat final setelah catatan waktunya berada di urutan ke-14 setelah berlomba di stadion dayung Lagoa, Rio de Janeiro.

Atlet-atlet Eropa yang sejak lama mendominasi cabang ini tetap belum tergoyahkan pada Olimpiade 2016. Pada cabang panahan, atlet putri Indonesia Ika Yuliana Rochmawati bertanding pada nomor perorangan recurve melawan Naomi Folkard dari Inggris. Sempat memberi perlawanan ketat, Ika akhirnya menyerah dalam babak awal perorangan putri itu dengan skor 6-5.

Dengan demikian harapan Indonesia di cabang panahan ini hanya tinggal pada Riau Ega Agata di nomor perorangan putra. Pada cabang angkat besi, peraih perak Olimpiade London 2012 Triyatno tidak dapat lagi mencapai performa penampilan terbaiknya dalam pertandingan kelas 69 kilogram putra sehingga tidak dapat menyumbang medali apa pun di Olimpiade 2016.

Cedera serius yang pernah dialami Triyatno setelah meraih perak Olimpiade 2012, membuat prestasinya terus melorot sehingga sulit bersaing dengan lifter-lifter China, Kyrgyzstan, dan Korea Utara yang menempati peringkat teratas di kelas ini.

Ketua Umum PB Persatuan Angkat Besi, Angkat Berat, dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI) Rosan Roeslani memaklumi jika Triyatno tidak bisa menampilkan kemampuan terbaiknya.

“Tapi dia sudah berusaha keras, tinggal kita sekarang harus mulai berbenah untuk mencari penggantinya agar kita dapat tetap eksis di kelas ini pada Olimpiade mendatang,” kata Rosan.

Pada cabang angkat besi ini masih ada lagi satu lifter Indonesia yang akan bertanding hari Rabu petang (Kamis pagi WIB), yakni Deni di kelas 77 kg putra. Namun di atas kertas peluang Indonesia di kelas ini sangat tipis. Selain angkat besi kelas 77 kg putra, tidak ada lagi nomor pertandingan yang diiikuti atlet Indonesia hari Rabu (10/8).

Cabang bulu tangkis baru akan memulai pertandingan pertama hari Kamis (11/8), di mana atlet-atlet Indonesia akan tampil di babak-babak penyisihan grup. Sementara itu, secara umum dalam perburuan medali di Olimpiade ini mulai terlihat keunggulan dua negara yang sudah biasa mendominasi gelar juara di pesta olahraga sejagat ini, yakni Amerika Serikat dan China.

Amerika Serikat sementara berada di urutan pertama dengan sembilan medali emas. Tambahan medali emas bagi AS tersebut antara lain melalui perenang top Michael Phelps di gaya kupu-kupu 200 meter putra dan Kathleen Ledecky di 200 meter bebas putri. China membayangi AS dengan delapan medali emas, dengan tambahan medali-medali dari cabang angkat besi. (ant )

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>