UMSU Lepas 2.022 Lulusan Periode II

MEDAN (Berita): Sebanyak 2.022 lulusan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) yang telah menyelesaikan studinya akan diwisuda diadakan pada 23-24 Oktober 2013 di Selecta Hall Jl Listrik Medan.

Demikian dikatakan Ketua Panitia Wisuda UMSU Periode II Tahun 2013 Dr Muhyarsyah MM melalui Kabiro Akademik Yudi Siswadi SE MM, Kamis (10/10) mengatakan, kegiatan wisuda ini dilaksanakan selama dua hari akan dihadiri Koordinator Kopertis Wilayah I Sumut-Aceh, Koordinator Kopertais Wilayah Sumut, Ketua Aptisi Wilayah I Sumut dan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumut.

Ditambahkannya, kegiatan wisuda kali ini merupakan periode II tahun 2013 dan hingga saat ini alumni yang telah dihasilkan UMSU diperkirakan mencapai 40 ribuan untuk semua fakultas dan program pascasarjana. Ia mengatakan, para wisudawan nantinya akan disematkan tanda kelulusan yang dilakukan Rektor UMSU Dr Agussani M.AP didampingi para pimpinan fakultas.

“Selama dua periode ini, jumlah kelulusan mahasiswa UMSU mencapai hampir 4.000 lulusan yang telah menamatkan pendidikan sarjananya. Sejak tahun 2000 lalu, jumlah mahasiswa meningkat dan seiring hal ini maka jumlah lulusan alumni yang diwisuda juga bertambah,” paparnya. Yudi juga menambahkan, jumlah wisudawan terbanyak di periode II tahun 2013 berasal dari Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan (FKIP) yang jumlahnya berkisar 1.000 alumni. Sedangkan sisanya merupakan wisudawan dari fakultas lainnya.

Dia mengatakan, jumlah lulusan di FKIP meningkat dikarenakan tingginya mahasiswa baru. Begitu juga dengan jumlah mahasiswa yang mengikuti kegiatan peraktek kerja lapangan (PKL) calon sarjana untuk ditempatkan menjadi tenaga kependidikan guru ini setiap tahunnya bertambah.

Sehingga kedepannya perlu dipikirkan bagaimana mengatasi persoalan banyaknya mahasiswa yang mengikuti PKL dengan merencanakan tidak lagi mahasiswa semester VII melakukan PKL di semester ganjil, melainkan bisa menggunakan waktu di semester genap sebelumnya.

UMSU juga sudah menetapkan kelulusan mahasiswa berdasarkan indeks prestasi mahasiswa yang telah menyelesaikan seluruh mata kuliahnya dengan baik. Artinya, kelulusan mahasiswa ditentukan prestasi belajar secara maksimal dan memiliki IPK rata-rata standar minimum.

Menyinggung meningkatnya jumlah mahasiswa baru, UMSU saat ini menggunakan sistem perkuliahan kelas dan bukan rombongan belajar (rombel). Ini berarti sarana dan prasarana sangat ditentukan dengan jumlah mahasiswa baru yang akan diterima di universitas.

Begitu juga dengan menetapkan kelulusan mahasiswa disesuaikan dengan ruang kuliah yang tersedia. “Setiap tahunnya rata-rata 1 persen mahasiswa mengundurkan diri sebagai mahasiswa, sedangkan 10 persen yang tidak melaporkan keberadaannya. Sementara rata-rata 10 persen mahasiswa yang belum menyelesaikan studinya,” jelasnya.(aje)