Gunung Api Sinabung Keluarkan Gas Beracun

 

KABANJAHE  ( Berita ): Warga diingatkan tidak beraktivitas di radius 2 Km dari kawah Gunung Api Sinabung. Menurut penelitian, ada kandungan gas beracun CO2 yang keluar bersama asap dan abuvulkanik yang menyebabkan pepohonan menjadi kering.

‘’Ini hasil penelitian yang kital akukan dengan Pusat Vulkanologi dan Bencana Geologi Bandung. Kalau lebih mendalam lagi, kita akan melakukan penelitian lebih lanjut,’’ ujar Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung Armen Putra da di kantornya usai menjadi narasumber pada acara sosialisasi bencana alam diselenggarakan Bakesbang, Pol dan Linmas Kab. Karo di Desa Sukandebi, Kec. Naman Teran, Kab.Karo, Senin (2/9).

Dikatakan,  untuk menjaga hal tidak diinginkan, pihak Pos Pengamatan Gunung Sinabung merekomendasikan, agar masyarakat waspada jika beraktifitas di radius 2 Km dari kawah, jika tercium bau belerang yang kuat masyarakat disarankan pakai penutup mulut/masker dan diharapan masyarakat.

Rekomendasi tersebut, katanya,sesuai dengan aktivitas Gunung Sinabung yang berada pada status Waspada (Level II) yang sudah berlangsung sejak Oktober 2010.“Di luar radius 2 Km dari kawah, aman-aman saja” ujar Armen.

Sedangkan pakar geologi dai Medan Ir Jhonatan Tarigan yang juga menjadi narasumber pada sosialisasi ini mengatakan, penyebab keringnya pepohonan di Gunung Api Sinabung memang perlu diteliti secara cermat untuk menghin darihal tidak diinginkan.

“Kalau penyebabnya gas beracun, itu sangat berbahaya bagi kehidupan di sekitarnya, termasuk bisa menimbulkan kematian bagi manusia,” tegas Jhonatan Tarigan. Pemerintah, kata Jhonatan, harus merinci tingkatan kandungan asap yang keluar dari perut gunung, apakah berbahaya bagi makhluk hidup termasuk manusia atau tidak. Dengan tujuan agar warga di sekitar Gunung Sinabung merasa aman dan terlindungi. Karena, kata Jhonatan, banyak warga yang mempertanyakan hal itu sehubungan dengan mengeringnya hutan di Gunung Sinabung.

Hal tersebut, kata Jhonatan,jangan dianggap sepele dan main-main, karena sejumlah korban manusia pernah terjadi di Gunung Dieng beberapa waktu lalu akibat terhirup gas beracun. “Maunya hal serupa jangan terjadi di Gunung Sinabung,’’ ujarnya.

Menyinggung tentang kekuatan letusan Gunung Api  Sinabung, yang terakhir mengalami erupsi beberapa kali Agustus dan September 2010, Jhonatan menilai kekuatan letusannya rendah hanya di tingkat dua, sehingga kecil kemungkinan menimbulkan dampak yang luas.

Kata Jhonatan, kekuatan letusan gunung api yang pernah terjadi di Danau Toba dengan kekuatan 8, yang memiliki kekuatan yang sangat dahsyat sehingga kemudian terbentuknya Danau Toba. Sedangkan kekuatan letusan gunung Merapi di Yogyakarta berada di tingkatan 4.

Jhonatan memprediksi kekuatan letusan Gunung Api Sinabung hanya dengan kekuatan letusan pada tingkatan 2, karena dapur magmanya dangkal.“Kalaupun terjadi letusan yang keluar dari perut gunung bukannya api ataupun magma, tetapi berupa asap yang membawa batu-batuan,  abu vulkanik, pasir,gas, uap air dan tidak mengandung awan panas,’’ katanya.

Berdasarkan laporan bulanan Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung, kegiatan kegempaan Gunung Api Sinabung  Agustus 2013, terus fluktuatif dengan sedikit menurun dibandingkan Juli. Namun masih cukup tinggi dibandingkan Juni 2013. (WSP/c09)