PSSI Dukung Upaya Penyatuan PSMS

 

MEDAN (Berita): Induk olahraga tertinggi persepakbolaan di tanah air PSSI secara tegas mendukung penuh upaya menjadikan PSMS satu dalam wadah Komite Penyatuan PSMS yang difasilitasi Ketua KONI Medan Drs H Zulhifzi Lubis.

“PSMS harus satu, masyarakat sudah bosan ada perpecahan, jadi jangan coba-coba lagi tidak mau bersatu, ini harus kita dukung,”  tegas Ketua Umum PSSI Prof Dr Ir H Djohar Arifin Husein saat hadir di pertemuan 36 klub internal PSMS, termasuk juga dihadiri Ketua DPRD Medan Drs H Amiruddin, perwakilan Dispora Medan dan sejumlah mantan dan sesepuh PSMS di kantor KONI Medan Jalan Stadion Teladan Medan, Sabtu (31/8) petang.

Djohar mengingatkan pada 36 klub internal PSMS bahwa setiap keputusan harus dilandasi pada AD/ART milik PSMS,” Di Medan ini harus tunduk pada AD / ART, karena yang menentukan legal tidaknya ada di AD/ART, dan bila klub bilang AD/ART sudah dilaksanakan, ya itulah kita dengar, PSSI tak akan mengambil resiko,”sebut mantan Komda PSSI Sumut ini.

Untuk itu, Djohar menegaskan paling lambat bulan Desember 2013 upaya penyatuan PSMS oleh komite penyatuan PSMS yang difasilitasi KONI Medan tersebut harus selesai, karena PSSI dalam hal ini bersikap tegas terkait masih adanya perpecahan disejumlah klub di tanah air.

Hal ini menyusul karena kompetisi musim depan sudah semakin dekat (Januari 2014). Apalagi membentuk sebuah tim itu tidaklah mudah, minimal harus ada peran sponsorhip yang membantu. “Jadi bagaimana mau dibantu sponsor kalau dualisme.Kalau bersatu uang atau sponsor itu akan datang, yakinlah,” tandasnya.

Soal hasil kongres yang sempat menyebut kalau PSMS PT. LI yang diakui, Djohar tidak mau berpolemik. Dirinya hanya meminta sudah tidak ada lagi dualisme di organisasinya. “Jadi yang lalu tidak usah diungkit-ungkit lagi, kita hanya berbicara ke depan. PSMS harus satu, dan itu harus segera dilakukan,” tekannya lagi.

Begitu juga soal Komdis yang mengaku klub tidak akan bisa ikut kompetisi apabila tidak membayarkan gaji, Djohar mengaku tidak bisa menjawab itu karena tidak boleh ada intervensi dari Ketua PSSI. “Kita sudah mewanti-wanti kepada klub dari dulu, kalau tidak sanggup jangan ikut kompetisi.

Jadi hal ini rapat anggota (internal klub PSMS) yang bisa memutuskan karena itu sudah menjadi utang pengurus. PSSI jelas tidak bisa terus menerus menalangi utang klub karena pasti akan nombok,” jelasnya.

Sementara Ketua KONI Medan Drs Zulhifzi Lubis mengaku tidak ada kepentingan dalam penyatuan PSMS ini. Pria yang akrab disapa Opung ini mau menjadi penengah demi menanggapi aspirasi klub internal PSMS untuk mengakhiri dualisme klub berjuluk Ayam Kinantan. “Tujuannya adalah bagaimana PSMS ini bisa satu, karena kita sudah capek dengan perselisihan ini,” tandas Opung.

Hasil pertemuan 36 dari 40 klub yang sudah sepakat mencabut mandatnya untuk Ketua Umum PSMS PT LIga Indra Sakti Harahap dan PSMS PT LPIS Benny Sihotang itu, akhirnya menyepakati akan menggelar Musdalub dalam waktu dekat ini untuk bersatu dan mencari sosok Ketua Umum yang baru. Untuk mengurusi hal itu, Idris SE ditunjuk menjadi Ketua Organisasi Comitte yang nantinya akan menangani Musdalub PSMS tersebut.(irm)