18 Dosen STIE Harapan Lolos Penerima Hibah Penelitian

MEDAN (Berita): Sebanyak 18 dosen STIE Harapan Medan lolos sebagai penerima Hibah Penelitian Dosen Pemula (PDP) DIKTI tahun 2013. Lolosnya dosen STIE Harapan sebagai penerima hibah berdasarkan Surat Kementerian Pendidikan Kebudayaan- Dikti No.1845/E5.2/PL/2013 tertanggal 18 Juni 2013. Hal itu dikatakan Pembantu Ketua III & Humas STIE Harapan Medan Mukhsini Moenir BA SH MHum di kampus Harapan Jalan Imam Bonjol Medan, Rabu [3/7].
Mukhsini menyebutkan dosen yang lolos tersebut Liza Novietta SE MSi Ak, Ruswan Nurmadi SE MSi, Ani Murwani Muhar SE MSi, Teguh Setiawan SE MSi, Audia Junita S.Sos MSi, Ade Indah Sari SE MSi, Syamsul Bahri Arifin SE MSi, Alvin Faflevi S.Sos, Sunaryo SE MM, Wan Fachruddin SE MSi Ak, Ir Alda Kartika SE MSi, Kiki Farida Ferine SE MSi, Zuwina Miraza SE MBA, Hafriz Rifki Hafaz BA MM, Angelia Pribadi SE MSc Ak, Rizki Filhayati Rambe SE MSi, Pitono Drs MPd, Yanti Qadarsih SE.
"Seluruh dosen itu merupakan dosen tetap yayasan dan dosen DPK Kopertis Wil-I Sumut," kata Mukhsini. Sementara Ketua STIE Harapan H Kersna Minan SE MSi Ak didampingi Pembantu Ketua I Dr Tapi Rondang Ni Bulan SE MSi dalam pengarahannya kepada 18 orang Penelitian Dosen Pemula itu mengatakan seorang dosen wajib melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sebagai kewajiban melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Menurutnya, penelitian bukanlah kegiatan istimewa yang hanya dimonopoli para ahli.
"Semua orang sebetulnya dapat melakukan kegiatan meneliti, karena setiap orang telah dianugrahi oleh Sang Pencipta alat untuk meneliti atau berfikir," ujarnya. Dengan berfikir, ucap Kersna Minan, peneliti selalu berusaha untuk menghasilkan sesuatu yang ditelitinya itu akan lebih baik. Dengan berfikir juga, setiap orang mengupayakan agar hidupnya lebih baik, lebih bermanfaat, dan lebih bermutu.
Melalui hasil penelitian itu nantinya, diharapkan dapat melakukan kegiatan pengabdian pada masyarakat sebagai sumbangsih keilmuan di masyarakat. Selain itu juga dapat mengisi jurnal ilmiah dan menciptakan buku ajar sebagai keberhasilan suatu perguruan tinggi dalam meningkatkan akreditasi kampusnya.
Untuk itu Kersna berharap para dosen muda dapat terus meningakatkan kegiatan peneilitian yang dibiayai oleh yayasan maupun pemerintah sehingga dapat meningkatkan keilmuan dibidangnya masing-masing. "Keilmuan itu dapat berguna juga kepada mahasiswa yang dibimbingnya," ujar Kersna.
Menurutnya mustahil bagi seorang mahasiswa akan mendapat pengetahuan yang berkembang apabila dosennya tidak pernah melakukan penelitian. Selain itu jika dosen melakukan penelitian maka alur berfikirnya terlepas dari fikiran yang subjektif dan tidak mengedepankan perasaannya, namun lebih mengedepankan logika berfikirnya.(aje)