Tausiah dan Seminar “Kanker” Dapat Dicegah Dan Diobati


Para Nara Sumber Dari Kiri Ke Kanan Dr Kamal Basri Siregar,Spb (K), Dr Deri Edianto,Mked (OG),Dr Widi Rahardjo Spp (K), Sabtu, [29/6] Di Royal Ballroom Selekta Jln Listrik Medan

*Penyakit Kanker Tiap Tahun Bertambah

MEDAN (Berita): Dari tahun ke tahun penyakit kanker makin bertambah, dan paling mengkuatirkan bahwa di usia muda juga sekarang jumlahnya makin bertambah. Bila dulu temuan penyakit ini pada usia 35 tahun ke atas, namun sekarang ini dibawah umur 20 tahun penyakit ini bertambah jumlahnya. dan salah satu penceghannya adalah dengan melakukan pemeriksaan dini.
Demikian dr Kamal Basri Siregar SpB (K) Onk salah satu nara sumber dan penggagas pada acara Tausiah Dan Seminar “Kanker” (dapat dicegah dan diobati), Sabtu, 29/6 di Royal Baalroom Selecta, jln Listrik Medan.
Menurut Basri, selama ini kebiasaan yang ditemui pada pasien yang terkena penyakit ini selalu datang melakukan pemeriksaan pada dokter pada saat penyakit itu sudah pada stadium dan dinyatakan setelah pemeriksaan benar menderita penyakit ini. Padahal sebaiknya, untuk mengetahui dan mencegah penyakit ini harus dilakukan pemeriksaan dini. Selain itu pola hidup sehari-hari harus dijaga, baik pola makan maupun gaya hidup.
Dengan adanya acara yang digelar ini, selain berbagi pengetahuan dari para nara sumber yang telah ahli menangani berbagai jenis penyakit kanker, kita juga menggabungkan dengan peran agama melalui tausiah oleh ustaz kita untuk memberikan pencerahan pada saudara-saudara kita yang sudah maupun yang belum menderita penyakit kanker ini,ujar Basri.
Dikatakannya, penyakit kanker menurut penilaian masyarakat kita sangat menakutkan, namun dapat dicegah dan diobati yakni dengan melakukan pencegahan dan pemeriksaan dini dengan melihat apa tanda-tanda penyakit ini. Namun yang terjadi di masyarakat kita selalu lalai dalam melakukan pemeriksaan dini kepada ahlinya.
Ustaz Heriansyah dalam tausiahnya mengatakan, ada kalanya kesulitan itu datang kepada kita tanpa ada sebabnya itu namanya musibah, ada juga yang datang itu karena akibat perbuatan kita. Kalau ini yang terjadi kita mesti banyak bersabar. Karena musibah yang kita lewati dengan penyakit itu akan bernilai ibadah, semua kesulitan yang kita lewati ini akan berganjal pahala disisi Allah.
“Bila dalam penelitian bahwa penyakit kanker itu kemungkinan bertahan lima tahun namun bila Allah berbuat sesuatu untuk kita, maka tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah untuk menyembuhkannya. Karena penyakit itu datang dari Allah, maka Allah juga yang akan menyembuhkannya”.
Diakatakan Heriansyah, dari sudut pandang agama, bila mengurangi salah satu bahagian dari tubuh kita yaitu melakukan intervensi pada diri kita tanpa sebab, itu dosa besar, tapi bila itu kondisi untuk mempertahankan jiwa apapun itu boleh dilakukan, ujar ustaz Heriansyah.
Hal yang paling penting untuk mencegah dari penyakit ini bila dikaitkan dengan sebab dari penyakit kanker sesuai dengan pemaparan dari para dokter, maka hal yang penting kita lakukan adalah harus membenahi jiwa, hidup yang benar, tidak menyimpang serta hidup yang fitrah yakni dengan cara bersungguh-sungguh melakukan agama dengan benar.
Dengan data yang kita peroleh bahwa tiap tahunnya penyakit ini bertambah, ini adalah sebagai warning buat kita, namun yang terpenting kita tetap berpegang teguh dengan kekuatan Allah, ujar Heriansyah.
Bila dikaitkan dengan paparan dokter sebelumnya, halnya dengan kanker servik, salah satu penyebabnya adalah melakukan penyimpangan hubungan seks, sedangkan dalam agama yang diajarkan dalam kehidupan kita tidak dibenarkan untuk melakukan penyimpangan yakni dengan cara hidup yang benar sesuai dengan sunnah Rasul dan hadist yang juga disebutkan dalam Alquran.
Tausiah dan seminar kanker yang berlangsung tersebut dengan menghadirkan lima nara sumber diantaranya, dr Deri Edianto MKed (OG) sebagai pembicara deteksi dini kanker mulur rahim, dr Widi Rahardjo,SpP (K) deteksi dini kanker paru, dr Deny Rifsal Siregar,SpB (K) Onk pembicara deteksi dini kanker payudara dan dr Kamal Basri Siregar SpB (K) Onk.
Acara yang diseponsori FUI Sumut dan Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia ini didukung, Perwanta, muslimat NU, BKMT,Muslimat Al-Wasliyah ,Bulat Sabit Merah Indonesia, Mer C serta ormas Islam lainnya.(lin)