Polmed Terapkan Sistem Uang Kuliah Tunggal

MEDAN (Berita): Mulai tahun ini Politeknik Negeri Medan (Polmed) memberlakukan sistem uang kuliah tunggal (UKT) yang menyatukan berbagai komponen biaya perkuliahan mahasiswa ke dalam uang sumbangan pokok pendidikan (SPP).
Direktur Polmed, M Syahruddin ST MT menjelaskan, penerapan UKT ini sesuai kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pihaknya telah merumuskan besaran biaya kuliah yang akan diterapkan untuk tahun ajaran 2013/2014. Pemberlakuan sistem UKT akan diterapkan pada mahasiswa baru program reguler maupun non-reguler.
”Program ini tidak berlaku bagi mahasiswa penerima beasiswa Bidik Misi. Mahasiswa yang mendapatkan beasiswa melalui jalur ini kuliahnya tetap gratis,” katanya kepada wartawan usai melakukan peninjauan Ujian Masuk Politeknik Negeri (UMPN) gelombang I di Kampus Polmed Padang Bulan Medan, Sabtu (8/6).
Menurutnya UKT meringkankan beban mahasiswa dan orang tua meski pada dasarnya uang kuliah tidak berubah dari biaya kuliah tahun-tahun sebelumnya. Dengan sistem UKT mahasiswa tidak diberatkan oleh pembiayaan sumbangan peningkatan mutu akademik (SPMA) yang biasanya dibebankan pada awal masuk kuliah sehingga biaya kuliah akan dibayarkan tetap (flat).
Besarnya biaya UKT, terangnya, disesuaikan dengan masing-masing program studi. Di Polmed, biaya tersebut dibagi dalam lima kategori mulai paling murah dan mahal. Biaya tersebut akan dikenakan berdasarkan kemampuan calon mahasiswa.
"Dengan lima kategori tersebut kemungkinan mahasiswa baru akan membayar uang kuliah dalam rentang Rp 500 ribu - 5,2 juta," katanya yang dalam kesempatan itu didampingi Pembantu Direktur (Pudir) I Abdul Basyir, Pudir II Abdul Rahman, Pudir III Delisma Siregar, Pudir IV Cipta Dharma, dan Koordinator Utama UMPN Polmed Nurman ST MT.
Disebutkannya, untuk 'menopang' pemberlakukan UKT tersebut, tahun ini Polmed memperoleh Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) dari pemerintah senilai Rp 3,7 miliar. Diakuinya, dana BOPTN senilai Rp 3,7 miliar belum mencukupi untuk menutupi biaya operasional. Polmed idealnya membutuhkan dana senilai Rp 5 miliar.
Jadi, masih mengalami kekurangan sekitar Rp 1,2 miliar. Untuk seluruh kegiatannya, Polmed sendiri setiap tahun membutuhkan dana senilai Rp 25 miliar.
Sementara itu, UMPN Gelombang I yang dilaksanakan Sabtu (8/6) diikuti sebanyak 3.714 pendaftar dari tiga kelompok ujian, masing-masing IPA sebanyak 1.510 orang, kelompok IPS (926), dan kelompok IPC (1.278).
Kepada wartawan, Pudir I Abdul Basyir mengatakan, daya tampung yang tersedia untuk semua jalur masuk sebanyak 2.000 kursi. Dari jumlah itu, sudah dikurangi sebanyak 378 mahasiswa baru untuk jalur undangan, dengan 125 di antara nya penerima program Beasiswa Pendidikan Miskin Ber - prestasi (Bidik Misi).
“Melalui UMPN ini, Polmed akan menerima antara 600 hingga 800 mahasiswa baru. Sisanya akan diisi oleh mahasiswa baru melalui penerimaan Gelombang II, III, jalur mandiri dan jalur Diploma IV, serta kelas khusus satu tahun," urainya seraya menambahkan, daya tampung Polmed pada tahun ini meningkat seiring pembukaan prodi baru. Hasil UMPN yang berlangsung lancar yang dilaksanakan di hampir semua gedung di Kampus Polmed itu menurut rencana diumumkan pada 15 Juni 2013.(aje)