Din Syamsuddin Minta UMSU Raih Akreditasi A

MEDAN (Berita): Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin meminta agar Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menyusul akreditasi ‘A’ yang diraih Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dari lembaga independen, Ban Akreditasi Nasional.
“Beberapa waktu lalu, dua universitas Muhammdiyah yakni UMM dan UMY telah meraih akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional. Dua hingga tiga tahun mendatang, saya yakin UMSU juga akan mendapat akreditasi yang sama dari Badan Akreditasi Nasional,” ucap Din Syamsudin ketika menghadiri peletakan batu pertama pembangunan gedung pascasarjana UMSU, Sabtu (18/5).
Dikatakan Din Syamsudin, berhasilnya dua universitas muhammadiyah itu meraih akreditasi A menjadikan dua PTS dari muhammadiyah itu sejajar dengan lima Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang juga mendapat akreditasi A. “Lima universitas dari PTN itu yakni UGM, UI, ITB, UNHAS, dan Universitas Airlangga. Sementara untuk PTS hanya ada tiga yakni UMM, UMY dan UII. Kedelapan universitas ini meraih akreditasi institusi,” ucapnya.
Untuk menuju akreditasi tersebut, UMSU harus meningkatkan kwalitasnya. Program yang mengembangkan pemikiran kreatif dan inovatif mahasiswa terus diciptakan. Begitu juga untuk temuan-temuan dari penelitian yang dilakukan mahasiswa. Menurutnya hingga sejauh ini juga banyak prestasi yang diraih mahasiswa UMSU. Mulai dari bidang seni, olahrga hingga pada bidang teknologi.
“Ini yang harus ditingkatkan UMSU ke depannya. Begitu juga untuk jurnal dosen dan lainnya. Kemarin itu di Pekalongan ada temuan baru dari mahasiswa. Ia menjadikan kotoran kerbau menjadi pengharum ruangan. Penemuan-penemuan ini yang harus kita ciptakan. Apalagi UMSU semakin berkembang dari jumlah peningkatan mahasiswanya,” ucapnya.
Dibangunnya gedung baru untuk pasca sarjana ini juga salah satu bentuk perkembangan UMSU. Ia harapkan agar gedung tersebut bisa diselesaikan sebelum Muktamar pada Juni 2015 dilakukan. Bukan hanya itu, ia juga meminta agar desain bangunan dari gedung ini tidak hanya menonjolkan sisi moderen, tetapi juga menonjolkan sisi tradisionalnya. Misalnya dengan meletakan desain berbaur melayu, batak atau daerah lainnya yang ada di Indonesia.
“Ruang terbuka hijau juga harus diberikan untuk kegiatan berdiskusi mahasiswa,” harapnya. Menambahkan Din Syamsudin, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah juga mengharapkan agar penyelesaian gedung ini juga dipercepat. “Lebih cepat lebih baik. Dan jangan lupa juga di mata kuliah pascasarjana tetap diselipkan mata kuliah muhammadiyah,” harapnya.
Sementara menanggapi hal itu, Rektor UMSU, Drs Agussani M,AP menyatakan bahwa pihaknya dalam waktu dekat akan membuat tim khusus yang diperuntukan dapat membantu meningkatkan akreditasi UMSU. Tim khusus ini nantinya juga akan melakukan kunjungan ke UMM, UMY dan beberapa PTN yang mendapatkan gelar instutusi tersebut.
Agussani menyebutkan gedung Program Pasca Sarjana (PPS) UMSU dibangun diatas tanah seluas lebih dari 6000 meter persegi, dalam masterplan pembangunan gedung ini dibangun dalam bentuk tiga dimensi yang terdiri atas Gedung A terdiri dari 6 lantai, Gedung B 8 lantai dan Gedung C sebanyak 6 lantai. Dengan total ruangan sebanyak 166 ruangan dan 97 ruang belajar.
“Total biaya pembangunan ketiga gedung tersebur Rp 116.119.700.000,00. yang direncanakan selesai selama tiga tahun. Dengan dibangunnya gedung PMS UMSU ini, adalah peluang sekaligus tantangan yang besar terhadap UMSU,” ujarnya.(aje)