KPK Tangkap Bupati Madina, Termasuk Kadis PU Dan Dua Kontraktor


RUMAH Bupati Mandailing Natal (Madina) di Jalan Sei Asahan No. 76, Kecamatan Medan Selayang II, Kota Medan yang digeledah KPK, Selasa (14/5). ( Repro/WSP/Ismanto Ismail )

MEDAN ( Berita ) : Bupati Mandailing Natal (Madina) berinisial HB, Kepala Dinas Pekerjaan Umum CH dan dua rekanan ditangkap Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan persengkongkolan pengurusan perizinan perusahaan tambang PT Madina Madani Mining (M3). Bupati Madina, Kadis PU, dan dua rekanan menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu),Selasa (14/5) malam.
OTT dilakukan menyusul penggeledahan di rumah Bupati Madina HB di Jl. Sei Asahan,Lingk. IV, Kec. Medan Selayang, Selasa (14/5) siang. Setelah itu,petugas langsung menuju kantor Kejaksaan Tinggi Sumut di Jl. AH Nasution Medan sekira pukul 19.30.Tampak para petugas membawa beberapa berkas yang tersusun rapi di sebuah map berwarna hitam.
Kepada wartawan, Asisten Intelijen Kejatisu Djaja Subagja SH MH di Kejatisu mengatakan, petugas KPK hanya menumpang melakukan pemeriksaan di kantor tersebut dan enggan memberi komentar terkait dugaan suap dalam OTT beberapa pejabat di Pemkab Madina.
“Mereka ke sini hanya numpang diperiksa. Ya namanya juga sesesama penegak hukum. Jadi Kejatisu di sini hanya memberikan tempat saja. Mengenai materi pemeriksaan dan siapa yang diperiksa, saya tidak bisa memberi komentar. Mending rekan-rekan datang saja besok pagi (hari ini_red) biar juru bicara KPK saja yang memberikan penjelasan,” terang Djaja.
Namun, salah seorang petugas KPK yang enggan menyebutkan namanya saat dikonfirmasi, membenarkan sejumlah pejabat Madina yakni Bupati, Kadis PU dan dua kontraktor tertangkap OTT. “ Iya benar mereka tertangkap OTT,” ucapnya sambil meninggalkan para wartawan.
Barangbukti yang disita berupa satu unit mobil Land Cruiser warna hitam dengan plat BK 53 EF.Namun belum diketahui siapa pemilik mobil tersebut. Satu unit Nissan Terano warna hitam dengan plat BB 323 R diduga milik Kadis PU Madina CA, sejumlah berkas dan CCTV.
Humas KPK Johan Budi yang dikonfirmasi via telefon selular, membenarkan ada OTT di Wilayah Sumatera Utara yang melibatkan Bupati Madina.“ Benar, ada operasi OTT,dalam hal ini lebih dari satu tersangka yang sedang kita amankan,” ujarnya.
Ketika disinggung adanya persengkongkolan pengurusan perizinan perusahaan tambang emas PT Madina Madani Mining (M3), di mana awalnya Bupati mengkritisi perizinannya yang hanya boleh menambang bauksit, ternyata melakukan penambangan emas.
Johan Budi hanya menyatakan pihaknya sedang melakukan penyelidikan. “Nanti kita akan ekspos jika setelah dilakukan penyidikan,” ujarnya. Sebelumnya, enam petugas KPK menggeledah rumah Bupati Madina sejak pukul 10.00. Menurut salah seorang warga P Hutagalung, rumah Bupati Madina sejak pukul 10:00 didatangi enam orang lelaki berpakaian preman diduga dari KPK yang akan memeriksa rumah HB.
Mereka mengendarai mobil B 2467 WX. “Sebelumnya saya tidak tahu siapa mereka yang menanyakan rumah itu,” ujar Hutagalung. Sementara pihak Polsek Medan Baru tidak banyak berkomentar. Seorang polisi hanya membenarkan pihak KPK berada di dalam. “Iya dari KPK, tapi kami hanya menjadi pengaman aja. Dari Polsek Medan Baru ada dua orang,” ucapnya..
Pihak Polda Sumut yang diikutkan dalam pemeriksaan tersebut tidak ingin berkomentar. “Saya tidak tahu kasus apa ini, kita hanya disuruh mengamankan saja,” ucapnya saat ke luar dari rumah Bupati,Bahkan, petugas KPK saat keluar dari rumah Bupati, tidak mau berkomentar.
Pertanyaan wartawan tidak dijawab. “Tanya sama Pak Johan Budi aja ya, saya tidak tahu saya hanya petugas lapangan,” ujar pria berpostur tinggi yang menutup sebagian wajahnya dengan sapu tangan. (WSP/m38/m36)