Wacana Pergantian Sekdakab Sergai ‘Memanas’

*Tokoh Masyarakat Menilai Tidak Tepat Situasinya

SEIRAMPAH (Berita): Sejumlah tokoh masyarakat Kabupaten Serdang Bedagai mulai angkat bicara terkait wacana pengangkatan Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab). Paska terpilihnya H. Gatot Pujonugroho dan HT. Erry Nuradi sebagai Gubernur Wakil Gubernur Sumatera Utara (Gubsu dan Wagubsu) periode 2013-2018 yang akan dilantik pada 17 Juni 2013.
Melalui proses pemilu 7 Maret kemarin dan penghitungan oleh Komisi Pemilihan Umum(KPU) Sumut menetapkan pasangan tersebut meraih suara terbanyak dengan mengalahkan empat pasangan yang lain. Tentu saja dengan pengumuman oleh KPU dan kandasnya gugatan sengketa pemilu di Mahkamah Konstitusi (MK) semakin memuluskan keduanya untuk dilantik Mendagri.
Tetapi, sebelum berangkat menuju kursi wakil gubernur. HT. Erry Nuradi yang nota bene adalah Bupati Serdang Bedagai periode 2010-2015 mulai memercikkan api ke dalam sekam. Pasalnya, sebelum dilantik, beredar isu bahwa sejumlah SKPD akan dirotasi terlebih Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadis Dikbud), Drs. H. Rifa’i Bakri Tanjung (RBT) di setting sebagai Sekdakab Sergai menggantikan Drs. H. Haris Fadillah M.Si.
Wacana ataupun isu yang sedang berhembus kuat itu beredar di kalangan masyarakat dan PNS di Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Pemkab Sergai) saat ini. Kendati RBT inisial Rifa’i Bakri Tanjung yang dinilai sebagai anak emas HT Erry Nuradi dinilai memiliki kans cukup kuat menggantikan Haris Fadillah.
Sayangnya, jauh jauh hari sebelum diwacanakan sebagai Sekdakab, RBT sudah bolak balik di demo kelompok massa ataupun LSM anti korupsi terkait perannya sebagai Kadisdikbud yang diduga sebagai otak atau dalang korupsi.Bahkan, tokoh sepuh Sergai mulai angkat bicara terkait wacana pengangkatan RBT sebagai Sekdakab.
Sebut saja, Pangeran Bedagai, Ir. T. Achmad Syafi’i, tokoh pemekaran Nazwir Sulung, H. Bachrum Abbas tokoh Eksponen ’66, dan M. Khaidir tokoh pemuda. Mereka menilai jika benar isu pengangkatan RBT sebagai Sekdakab menggantikan Haris Fadillah maka melihat situasinya kurang tepat waktunya.
“Kita lihat waktu dan situasinya tidak tepat lagi.Mengingat HT. Erry Nuradi akan dilantik dalam waktu dekat, maka ini akan menjadi kerikil dalam sepatu bagi kepala daerah selanjutnya. Sebaiknya HT Erry Nuradi membiarkan prosesnya berjalan dengan baik, dan dia fokus pada posisinya sebagai Wagubsu,” bilang mereka kepada wartawan di Sei Rampah, Senin (13/5).
Selain waktu dan situasi yang kurang tepat, menurut mereka. RBT sendiri dinilai sarat dengan dugaan berbagai kasus korupsi sepanjang dia menjadi Kadisdikbud Sergai. Bahkan, RBT sempat menjalani proses persidangan di PN Tebing Tinggi pada tahun 2008 dalam kasus pengadaan moubiler di SMAN I Bandar Kalifah, senilai Rp279 juta.
“Kendati dia divonis bebas, tetapi itu sudah menjadi catatan bagi prosesnya menjadi Sekdakab berdasarkan Permendagri No 5 Tahun 2005.” Bilang M. Khaidir. Dia menilai posisi itu sangat di –incar kalangan PNS setelah kepala daerah dan wakil kepala daerah. Maklum, Sekda merupakan jabatan strategis ketiga bagi sebuah daerah otonom setelah posisi bupati-wakil bupati.
Apalagi, sambung Khaidir, otoritas Sekda memiliki fungsi ganda. Pada satu sisi ia adalah pemegang jabatan tertinggi di birokrasi. Kedudukannya itu sekaligus memosisikan Sekda secara otomatis mengetuai beberapa tim strategis seperti Tim Anggaran Pemerintah Daerah, Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah, dan bermacam-macam tim lainnya yang dibentuk dalam rangka menjalankan aksi strategis pencapaian suatu policy tertentu.
Berbagai pernyataan dan fakta yang telah dialamatkan kepada RBT. Masyarakat berharap kepala daerah yang memberikan rekomendasi atau usulan agar RBT menjadi Sekda agar berkenan menahan syahwat politiknya. Apalagi, masyarakat secara ikhlas mendukung HT Erry Nuradi meninggalkan Kabupaten Serdang Bedagai dengan memberikan suara mayoritas pada pemilu kemarin dengan menjadi Wagubsu.(anw)