Masjid Al-Aqsa Diserang, Jordania Usir Dubes Israel

WASHINGTON ( Berita ) : Amerika Serikat mendesak agar Israel dan Palestina menahan diri setelah terjadinya insiden baru penyerangan Masjidil Aqsa, di Jerusalem. AS juga menunjukkan reaksinya sehu-bungan dengan penahanan Mufti Besar Jerusalem oleh Israel.
Sehubungan dengan tindakan itu, Parlemen Jordania juga telah menyetujui untuk mengusir dutabesar Israel Kamis (9/5). Pengusiran itu merupakan balasan atas agres iIsrael ke Masjidil Aqsa akhir-akhir ini.
Kondisi di kawasan Masjidil Aqsa saat ini memang sedang panas. Sekelompok ekstrimis Yahudi tiba-tiba menyerang Masjidil Aqsa Selasa.Warga Palestina pun segera melindungi masjid yang dianggap suci oleh umat Islam itu.
Mereka membangun blokade untuk melindungi kawasan Masjidil Aqsa itu.“Kami menugaskan pemerintah untuk mengeluarkan protes keras terhadap agresi Israel ke Masjidil Aqsa dan rumah-rumah ibadah lainnya
di kota Jerusalem,” kata pernyataan yang dikeluarkan Parlemen Jordania Kamis. Israel menguasai kota Jerusalem setelah berhasil mengalahkan Jordania dalam Perang 6 Hari tahun 1967 lalu, padahal kota itu dimaksudkan untuk menjadi ibukota Negara Palestina.
Jordania sebenarnya memiliki hubungan baik dengan Israel. Negara itu merupakan salah satu dari segelintir Negara Arab yang memiliki perjanjian damai dengan Israel.“Kami khawatir dengan ketegangan yang terjadi di Haramal-Sharif, termasuk di antaranya adalah penahanan Mufti Besar hari ini,” ujar jurubicara Kementerian Luar Negeri AS Patrick Ventrell, seperti dikutip The Associated Press Kamis.
“Kami mengerti bahwa dia sudah dibebaskan, namun kami tetap mendesak seluruh pihak agar menghormati status quo terhadap tempat suci ini,serta menahan diri untuk tidak melakukan tindakan yang provokatif,” imbuhnya.
Polisi Israel menahan Mufti Mohammed Hussein atas tuduhan ‘menghasut kerusuhan’di Masjidil Aqsa tepat pada saat Israel merayakan Hari Jerusalem. Mufti Hussein digiring oleh detektif Israel dari kediamannya ke kantor polisi.
“Beberapa kursi dilempar ke arah warga Yahudi di Haram al-Sharif (saat kerusuhan berlangsung),” ujar jurubicara polisi Israel Micky Rosenfeld. Seperti diketahui, insiden penyerangan Masjid Al-Aqsa merupakan hasutan pemukim Yahudi pro Zionis di Israel.
Warga Palestina langsung menyerukan perlindungan di wilayah sekitar masjid suci tersebut.“Esktrimis Yahudi ini bermaksud untuk melakukan skenario serupa di Masjid Ibrahimal Khalil.
Kami mendesak seluruh warga Palestina untuk menentang tindakan provokatif tersebut dengan blokade di sekeliling Al-Aqsa,” ujar Kepala Komiter Batalyon Palestina Khaled al-Hasani.
Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) juga sudah berkomentar mengenai insiden ini. OKI langsung menegaskan, Israel menjadi pihak yang bertanggungjawab atas serangan tersebut. Sekjen OKI Ekmeleddin Ihsanoglu mengecam keras penyerangan di Masjidil Aqsa,yang dilakukan oleh para pemukim Yahudi.
Seperti diketahui, serangan itu merupakan hasutan dari ratusan warga Yahudi pendukung gerakan Zionis.“Serangan ini muncul sebagai kerangka kebijakan sistematis yang diusung Israel selaku penjajah.
Israel bertanggungjawab atas konsekuensi akibat serangan itu,” ujar Ihsanoglu.“Ini merupakan pelanggaran yang sangat jelas terhadap Resolusi PBB, dan konvensi internasional.
Komunitas internasional, khususnya Dewan Keamanan PBB dan UNESCO harus mengambil tindakan untuk mengakhiri pelanggaran hokum yang selalu terulang ini,” tegasnya.
Setelah mendengar hasutan warga Yahudi atas serangan itu,warga Palestina langsung menyerukan perlindungan di sekitar Masjidil Aqsa dengan membuat blokade. Mereka khawatir karena tempat ibadah itu akan diserang dari seluruh gerbang.
“Esktrimis Yahudi ini bermaksud untuk melakukan skenario serupa di Masjid Ibrahimal Khalil. Kami mendesak seluruh warga Palestina untuk menentang tindakan provokatif tersebut dengan blockade di sekeliling Masjidil Aqsa,” ujar Kepala Komiter Batalyon Palestina Khaled al-Hasani.
Bersamaan dengan itu,kelompok Hamas di Jalur Gaza juga memberi peringatan ke Israel terkait serangan ke Masjidil Aqsa. Hamas mendesak seluruh negara Arab dan Muslim di dunia ini untuk bertindak melindungi masjid suci itu dari serangan.
Menurut laporan dari media asal Kuwait, puluhan pemukim Yahudi yang menyerang Masjidil Aqsa didampingi oleh anggota Knesset (Parlemen Israel). Mereka membawa foto dan cetak biru yang diberinama “Bangunan Solomon.” Para pemukim berniat membangun bangunan itu di dalam puing-puing Masjid Al-Aqsa.
Tolak keberadaan Israel
Sementara itu dari Gaza City, seorang ulama Islam terkemuka yang membuat satu kunjungan bersejarah ke Jalur Gaza, menyatakan, Israel tidak punya hak untuk eksis.
Yusuf al-Qaradawi mengatakan Kamis, ‘tanah ini tidak pernah sekalipun menjadi tanah Yahudi. Palestina adalah untuk negara Islam Arab.’ Ulama yang bermarkas di Qatar itu telah amat populer dalam show televisinya dan secara luas dihormati di dunia Muslim.
Al-Qaradawi tiba di Gaza Rabu malam, untuk satu kunjungan sebagai satu dorongan bagi keabsahan bagi kelompok militan Hamas, yang menguasai daerah tersebut tahun 2007 menyusul perang beberapa hari melawan faksi Fatah, rivalnya di kelompok-kelompok Palestina. (WSP/bbc/ok/m10)