Pemkab Aceh Selatan Diminta Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi

Tapaktuan, 22/4 (Antara) – Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh, diminta untuk memfokuskan diri pada upaya percepatan peningkatan pertumbuhan ekonomi dimasa mendatang, sehingga kesejahteraan rakyat semakin membaik.
"Saat ini pertumbuhan ekonomi Aceh Selatan masih di bawah rata-rata pertumbuhan ekonomi Aceh," kata Gubernur Aceh Zaini Abdullah saat melantik Bupati dan wakil Bupati Aceh Selatan periode 2013-2018 di Tapaktuan, Senin [22/04].
Pertumbuhan ekonomi Aceh saat ini mencapai 6 persen/tahun, namun Aceh Selatan masih 4,3 persen/tahun, kata Gubernur. Bupati dan Wakil Bupati terpilih dalam Pilkada Aceh Selatan pasangan H T Sama Indra dan Kamarsyah.
"Pertumbuhan ekonomi 4,3 persen/tahun itu, jelas belum memuaskan, sebab potensi yang dimiliki Aceh Selatan ini cukup besar. Dengan berbagai kekayaan sumber daya alamnya, seharusnya pertumbuhan ekonomi Aceh Selatan bisa di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi Aceh saat ini," kata Zaini Abdullah menambahkan.
Oleh karenanya, Gubernur menyatakan pihaknya percaya bahwa pasangan bupati dan wakil terpilih yang diusung Partai Demokrat dan PAN serta beberapa partai politik nasional lainnya bisa memanfaatkan potensi sumber daya alam yang ada, sehingga pertumbuhan ekonomi bisa meningkat.
Dalam pilkada bupati dan wakil bupati Aceh Selatan pada Januari 2013 itu pasangan HT Sama Indra dan Kamarsyah itu meraih 30,39 persen suara.
Gubernur Zaini Abdullah juga mengharapkan bupati dan wakil bupati terpilih itu harus dapat mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dari sebelumnya mulai satu tahun mendatang. "Kita ketahui bersama bahwa potensi ekonomi Aceh Selatan cukup lengkap, mulai dari perikanan, pertanian, tambang, perkebunan, dan juga pariwisata," katanya menambahkan.
Bahkan Kabupaten Aceh Selatan merupakan pusat pertumbuhan utama (Growth Center) untuk bidang perikanan tangkap wilayah Samudera Hindia. Kawasan ini layak dikembangkan sebagai kawasan industrialisasi perikanan berbasis ekonomi biru, kata Gubernur menjelaskan.
Gubernur juga menjelaskan, di bidang agro, dalam tahun 2013 di daerah ini akan dikembangkan penanaman jagung seluas sekitar 2.500 hektare, dengan target panen 7-8 ton/hektare. (ant )