UN Sumut Kacau, 23 Kabupaten/Kota Bermasalah


BATAL IKUT UN: Gubsu Gatot Pujo Nugroho menenangkan para siswa yang gagal mengikuti UN di SMA Harapan 3 Medan,Senin (15/4). Banyak siswa disejumlah kab/kota di Sumut batal mengikuti UN dikarenakan tidak tersedianya soal ujian. ( Repro/ WSP/Surya Efendi )

MEDAN ( Berita ) : Pelaksanaan Ujian Na-sional(UN)di 23 kabupaten/ kota di Sumatera Utara,kacau.Belasan ribu siswa gagal ikut UN pada haripertama Senin(15/4). Berdasarkan data evaluasi Dinas Pendidikan Sumatera Utara, ada 23 kabupaten/kota yang pelaksanaan UNnya bermasalah. Bahkan, pihak sekolah terpaksa menunda dengan berbagai alasan.
Ke 23 kabupaten kota yakni, Pematangsiantar, Binjai, Tebingtinggi, Tanjungbalai, Sibolga, Padangsidimpuan, Deliserdang, Langkat, Simalungun, Karo, Dairi, Asahan, Labuhanbatu, Tapanuli Utara, Mandailing Natal, Humbang Hasundutan, Pakpak Bharat, Samosir, Serdang Bedagai, Padang Lawas, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu Selatan, dan Nias Utara.
Gubsu H Gatot Pujo Nugroho, ST kepada wartawan mengakui, UN tahun ini kurang bagus. Dia mencontohkan di SMAS wasta Harapan 3 Kab. Deliserdang, sejumlah siswa jurusan IPS gagal UN karena tidak ada naskah ujian untuk IPS. “Ini semua bukan kesalahan pada pelaksanaan di provinsi, baik itu di pengawas atau pelaksana, tapi naskah tidak datang dari Jakarta,” kata Gatot.
Gatot bahkan sempat menyampaikan usulan agar pelaksanaan UN di Sumut ditunda seperti 11 provinsi yang lain. Tetapi arahan Mendikbud, karena tidak semua naskah tidak ada, maka UN tidak bisa ditunda.
Menurut Gatot, bagi sekolah yang masih memungkinkan difotocopy karena kekurangan tidak terlalu banyak bisa difotocopy pihak sekolah dengan seizin pengawas.’’Tapi jika tidak dimungkinkan untuk difotocopy, maka mekanisme ditunda,’’ kata Gatot tanpa menyebut sumber dana foto copy tersebut.
Sedangkan, Kadis Pendidikan Sumut, Drs M Zein, MSi mengatakan pemberitahuan penundaan dan keterlambatan naskah soal dari Jakarta diketahui pukul 18:00, dan diberitahukan bahwasanya yang tidak bisa melaksanakan UN bisa mengikuti ujian susulan pada 22 April 2013.
Di Sumut, kata mantan Zein, pelaksanaan UN tetap dilaksanakan dan tidak ditunda karena memang kekurangan naskah soal tidak terlalu besar atau kurang dari 50 persen.
Koordinator Pengawas Satuan Pendidikan UN 2013 Sumut, Prof Dr Ibnu Hajar,MSi mengatakan dari 23 kabupaten/kota yang UNnya bermasalah itu bervariasi. Tapi, yang teridentifikasi sebagian besar naskah kurang umumnya naskah soal UN IPS.
Bahkan, lanjutnya ada yang ekstrim seperti di Pesantren Purba Baru. Seluruh naskah IPA dan IPS tidak ada tersedia. Sementara di Humbang Hansudutan, 9 sekolah yang naskah IPS tidak ada. Kondisi ini, lanjut Rektor sudah didiskusikan dengan Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan( BSNP) dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) M Nuh. “Awalnya Pak Gubernur menyarankan agar ditunda saja.Tapi ini cukup beresiko dan cos-nya sangat mahal dan kedua persoalan soal UN,” katanya.
Dijelaskan Ibnu Hajar, soal di Sumut itu digunakan di Banten, Sumbar, dan Riau. Di tiga tempat ini tidak ditunda, makanya kalau di Sumut ditunda akan ada masalah dengan soal nanti karena di tiga tempat lain dilaksanakan. Makanya, dicari solusi ini harus jalan, dengan pilihan yang ada soal jalan dan yang kurang masih terjangkau difotocopy tergantung dimana tempat pelaksanaan dilaksanakan,” katanya.
“Untuk kasus seperti itu kita rekomendasi pada pilihan ketiga yakni ditunda untuk ujian susulan 22 April. Saya juga tegaskan.Kalau belum ada perubahan,Kadis Pendidikan kabupaten/kota jangan mengubah atau dan menggeser ,” ungkap Rektor.
Saat temu pers di kantor Kominfo Sumut, Ibnu Hajar mengaku kecewa dengan pelaksnaan UN akibat masalah naskah UN ke sejumlah daearh di Sumut.“ Pihak kami sebagai panitia lokal hanya bertugas menerima naskah dan mengamankannya, bersama dengan Dinas Pendidikan Sumut untuk menyalurkannya ke setiap kabupaten di Sumut.
Sangat menyesali adanya kejadian ini, yang sangat tidak diduga-duga. Kami akan menyelesaikan dan bertindak cepat untuk memastikan, UN tingkat SMA akan kita selesaikan dengan baik,” kata Rektor Unimed. Menurutnya hal ini adalah masalah yang sangat serius,walau bukan di Sumut saja mengalami keterlambatan naskah ujian UN, ada 11 provinsi yang mengalami hal serupa dengan Sumut, dan lebih parah lagi. Menurut keterangan dari Rektor Unimed naskah tidak boleh dibuka disimpan memakai dus, kami berasumsi naskah sudah sesuai dengan data yang dikirimkan. Jika kenyata-anya harus seperti ini, Rektor Unimed sangat kecewa sekali.
Kurang Siap
Sementara itu, mantan Ketua Dewan Pendidikan Deliserdang Drs H. Enda Tarigan menyayangkan terjadinya persoalan seperti ini sehingga berpotensi untuk mempengaruhi mental siswa yang akan mengikuti UN.
“Persoalan ini tentu sedikit banyaknya dapat mempengaruhi mental siswa, bisa saja mereka drop karena kecewa,” kata Kepala SMA Istiqlal ini di kantornya, Senin (15/4). Ditambahkannya, persoalan ini bukan lagi tanggung jawab Unimed dan Dinas Pendidikan Sumut, karena semua sudah diserahkan kepada pihak percetakan yang menangani naskah UN.
Enda mempertanyakan keabsahan dari naskah soal yang di foto copy, karena setiap Lembar Jawaban Komputer (LJK) memiliki barcode yang berbeda-beda jadi kemungkinan besar apabila di foto copy akan terjadi kesalahan dalam penilaian.
“Apa nanti tidak akan ada masalah bila soal yang kurang itu di foto copy ? Jangan sampai dalam persoalan ini lagi-lagi siswa yang menjadi korban,”ujar Enda sembari berkata persoalan tersebut menegaskan, pemerintah kurang siap menggelar UN tahun ini.
Seperti yang dirasakan olehr atusan siswi SMAN 10 Medan,seluruh siswa jurusan IPA gagal ikut ujian karena tidak mendapatkan naskah UN sehingga siswa-siswa tersebut mengikuti ujian susulan. Saat dikonfirmasi Kepala Sekolah SMAN 10 tidak berada ditempat, wakil Ketua Komite Drs, Akhmad Rifal di menjelaskan jika seluruh siswa IPA sudah diinstruksikan untuk pulang kerumah masing-masing.
Susulan
Sementara itu, para siswa yang gagal ikut UN pada Senin (15/4) akan mengikuti UN susulan pada 22 April mendatang. Hal ini disampaikan Kadis Pendidikan Kota Medan, Parluhutan Hasibuan melalui Panitia UN Disdik Medan, Marasutan Siregar.Menurutnya, jadwal pelaksanaan UN pada 22 April, berdasarkan keterangan dari Badan Standar Nasional Pusat (BSNP).
“ Kalau naskah soal ada tetapi kurang bisa difoto-copy, tapi kalau sama sekali tidak ada memang harus ujian susulan,”kata Marasutan. Dia merincikan, untuk Kota Medan, ada tiga sekolah yang akan mengikuti UN susulan, yakni siswa IPA SMAN 10 dengan jumlah siswa 130 orang, MAN 2 Model jurusan Bahasa ada 29 orang dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) jurusan IPA ada 49 orang. Sedangkan hari pertama yang tidak ikut UN di Medan untuk SMA jurusan IPA sebanyak 43 orang, IPS 65 orang dan siswa SMK ada 291 orang. (WSP/m37/m49/m28/h04/cat)