Indonesia-AS Tandatangani Tangani Implementasi “Program Compact”

Jakarta (Berita): Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat (AS) menandatangani dokumen implementasi “Program Compact” untuk penanggulangan kemiskinan selama lima tahun.
Siaran pers Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas) di Jakarta, Rabu (3/4), menyebutkan dokumen itu ditandatangani di Gedung Bappenas Jakarta pada Selasa (2/4).
Penandatanganan dokumen yang dilakukan oleh Wakil Menteri PPN Lukita Dinarsyah Tuwo dan Wakil Duta Besar AS untuk Indonesia Kristen Bauer itu dihadiri Anggota Streering Committee Persiapan Program Compact Erna Witoelar dan Kepala Direktorat Pengawasan Pinjaman dan Bantuan Luar Negeri, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Nurdin.
"Program Compact" merupakan program kemitraan antara Pemerintah Indonesia dengan Millennium Challenge Corporation (MCC) untuk penanggulangan kemiskinan sebagaimana disepakati dalam "Millennium Challenge Compact between the United States of America Through the Millennium Challenge Corporation and the Republic of Indonesia" yang selanjutnya disebut dengan Perjanjian Hibah MCC.
Hal itu merupakan perjanjian tertulis tentang pelaksanaan "Program Compact" antara Pemerintah Indonesia dengan MCC yang ditandatangani pada 19 November 2011 selama lima tahun sejak tanggal efektif.
Pada kesempatan itu, Erna Witoelar mengatakan tercapainya tahap pelaksanaan "Program Compact" itu merupakan kulminasi dari suatu proses yang panjang.
Suatu patokan kemajuan proses ini adalah ketika pada bulan November 2011 di Bali ditandatangani Perjanjian Hibah Compact antara Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton dan Menteri Keuangan Agus Martowardjojo.
Sebelumnya telah dilakukan proses yang ketat agar Indonesia dapat meningkat dari kategori "threshold" menjadi tingkat "compact". Setelah itu juga telah dilalui proses persiapan untuk akhirnya sampai tahap implementasi saat ini.
Wamen PPN mengatakan hingga saat ini terdapat semangat kuat untuk menyukseskan program tersebut yang dilandasi dua alasan kuat yaitu semangat kemitraan kedua belah pihak. Selain itu, ada keyakinan bahwa yang akan merasakan manfaat program tersebut adalah masyarakat miskin yang memang menjadi sasaran program tersebut.
Wakil Duta Besar AS Kristen Bauer mengatakan hal yang penting dari "Program Compact" itu bukan hanya dari segi jumlah dananya yang sebesar 600 juta dolar AS, tetapi juga struktur/model pembiayaannya berdasarkan sistem "trust fund" (Dana Wali Amanat), yakni dana dititipkan pada Pemerintah Indonesia untuk dikelola secara akuntabel dengan melibatkan beragam pemangku kepentingan.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Millennium Challenge Account (MCA) Indonesia, JW Saputra, mengatakan dengan penandatanganan "Letter of Implementation" itu, maka harus terus ditempuh langkah maju dari hari ke hari selama 18.228 hari (lima tahun) ke depan.
"Kalau pada tahap persiapan kegiatan program ini hanya meliputi pematangan kegiatan di belakang meja maka dengan penandatanganan dokumen itu penguatan dari semua kegiatan yang dampaknya akan langsung dirasakan di lapangan oleh masyarakat miskin dengan sekaligus mengupayakan terlaksananya pembangunan berkelanjutan," katanya.(ant)