Pekan Raya Sumut Tampilkan Seni 14 Etnis

Langkat (Berita): Pagelaran seni yang dilakukan 14 etnis yang bermukim di Kabupaten Langkat, di Pekan Raya Sumatera Utara berlangsung semarak, dan mendapat perhatian dari ribuan pengunjung.
"Sambutan penonton sunguh sangat luar biasa," kata Bupati Langkat Haji Ngogesa Sitepu di Stabat, Senin (25/3).
Pada pegelaran seni lintas etnis seperti Karo, Jawa, Mandailing, Batak Toba, Melayu, Banaten, Banjar, Simalungun, Tionghoa, Minang, Aceh, Dairi, Nias, Bali pada acara pekan rsya itu, penonton benar-benar disungguhkan kesenian dimana masyarakat lintas etnis bermukim di Langkat, katanya.
Ia mengharapkan masyarakat setempat harus benar-benar ikut serta mempertahankan dan melestarikan budaya dengan keberagaman suku yang merupakan kekayaan bumi Langkat.
"Keberagaman suku dan etnis yang ada di Langkat, dengan berbagai keseniannya itu, harus menjadi saudara," ujarnya.
Ngogesa juga mengungkapkan bahwa pegelaran seni yang berasal dari Kabupaten Langkat pada Pekan Raya Sumatera Utara, telah memberikan keyakinan kepada semua pihak bahwa Langkat merupakan daerah yang kondusif untuk berinvestasi maupun yang ingin berekreasi. "Kebersamaan merupakan modal kuat yang terus dijaga," ujarnya.
Dirinya juga mengundang para investor untuk menanamkan modalnya ke bumi Langkat, dengan berbagai kemudahan yang didapat.
Selain itu juga mengimbau wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke berbagai objek wisata yang ada seperti Bukit Lawang, Tangkahan, Pasir Putih Brahwe, Pemandian Pangkal Sei Bingei, Arung Jeram, dan berbagai kawasan wisata lainnya.
Secara terpisah Kepala Bahagian Perekonomian Sekretariat daerah Langkat Sutrisuanto mengatakan bahwa pada kegiatan Pekan Raya Sumatera Utara, Langkat memamerkan produk unggulannya seperti keramik Hinai dan tenunan Songket Langkat.
Selain itu, makanan khas Langkat, seperti dodol Tanjungpura, ikan asin cincang rebung Perlis, belacan Pulau Kampai, serta berbagai produk Langkat lainnya.(ant)