Massa Sempat Bentrok Dengan Polisi

MADINA (Berita):Aksi pemblokiran jalan lintas Sumatera oleh warga Kecamatan Naga Juang dan Kecamatan Panyabungan Utara, Jum’at (22/3)di titik Desa Jambur Padang Matinggi sempat bentrok dengan aparat Polres Mandailing Natal (Madina).
Aparat polres datang ke lokasi dalam rangka melancarkan arus lalulintas yang terhenti oleh aksi ribuan massa itu. Ribuan massa yang memblokir jalan negara itu sebagai bentuk protes terhadap aksi polisi yang menangkap ratusan para penambang di bukit Sihayo, pagi harinya.
Pantauan wartawan, saat aparat Polres Madina tiba di lokasi konsentrasi massa yang memblokir jalanan, langsung disambut warga dengan melemparkan batu, sehingga bentrok dengan aparat tidak terhindarkan.
Bentrok ini mengakibatkan mobil polisi sebanyak 3 unit rusak, truk yang terhambat juga ikut rusak akibat salah sasaran lemparan batu yang dilakukan massa. Melihat aksi warga ini, aparat membalasnya dengan menembakkan gas air mata ke arah kerumunan warga, sehingga massa berhamburan menghindari gas.
Bentrok terhenti setelah Kabag Ops Polres Madina, Kompol Sarluman Siregar SH melakukan negosiasi dengan sejumlah tokoh masyarakat. Dalam negosiasi itu, warga meminta agar aparat segera membebaskan para penambang yang ditangkap polisi.
Dihadapan masyarakat, Kompol Sarluman Siregar mengungkapkan bahwa para penambang yang ditangkap itu dipastikan akan dibebaskan, hanya saja saat itu hubungan komunikasi ke perbukitan Sihayo masih sulit.
“Kita sudah berkoordiansi agar masyarakat itu dibebaskan, jadi saya berharap agar masyarakat bisa membuka pemblokiran sehingga arus transportasi antar lintas tidak terganggu,” pinta Sarluman.
Meski memalui mediasi yang cukup alot, warga tetap bersikap memblokir jalan sampai ada kepastian pembebasan penambang. Sampai menjelang magrib, warga masih terus melakukan aksi pemblokiran jalan negara.(Isk/Mfr)