Rapat Pleno KPU Medan: GanTeng Pemenang Pilgubsu 2013

MEDAN (Berita): Pasangan nomor urut 5, H Gatot Pujo Nugroho dan HT Erry Nuradi (Ganteng) keluar sebagai pemenang Pilgubsu 2013 di Kota Medan dengan memeroleh 279.156 suara serta unggul di 17 kecamatan di Medan. Disusul pasangan Effendi MS Simbolon dan H Jumiran Abdi (Esja) 193.241 suara yang unggul di 4 kecamatan yakni Medan Kota, Medan Tuntungan, Medan Baru dan Medan Petisah.
Demikian hasil rapat pleno terbuka KPU Medan terkait rekapitulasi penghitungan suara Pilgubsu 2013 di Hotel Dharma Deli Medan, Selasa (12/3) sore.
Sedangkan pasangan H Gus Irawan Pasaribu-H Soekirman (GusMan) memperoleh 177.082 suara, Amri Tambunan-RE Nainggolan (AMRE) 61.962 suara dan pasangan Chairuman Harahap-Fadli Nurzal (Charli) 45.905 suara.
Acara yang dimulai pukul 14.00 WIB dipimpin Ketua KPU Medan Dra Evi Novida Ginting MSP didampingi empat komisioner lainnya Rahmad Kartolo Simanjuntak, Pandapotan Tamba, Yenny Khairiah Rambe dan Bachrul Khoir Alam dihadiri Ketua Panwaslu Kota Medan, Massa Padang, saksi dari empat pasangan calon masing-masing Icuk Sukocho (GusMan), Henri Jhon Hutagalung (Esja), Parlindungan Sipahutar (AMRE) dan H Salman Al Farisi (Ganteng). Hanya saksi Charli yang tidak menghadiri acara rekapitulasi penghitungan suara KPU Medan yang dikawal ketat Polresta Medan dipimpin Wakapolresta Medan AKBP Pranyoto dengan menurunkan ratusan personil ditempatkan dalam lokasi maupun di sekitarnya.Polisi juga menurunkan mobil Rantis, Baracuda dan memasang kawat berduri di depan hotel.
Ketua KPU Medan Evi Novida Ginting MSP mengutarakan, jumlah pemilih yang menggunakan hak suaranya pada Pilgubsu di Medan berkisar 774.593 (36,62 persen) dari DPT 2.121.551 pemilih.
"Dengan demikian angka ‘golput’ (tidak memilih) berkisar 63,38 persen," ujarnya.
Dalam rapat pleno terbuka rekapitulasi tersebut hanya dua saksi yakni pasangan calon yang menandatangani berita cara rekapitulasi yakni pasangan Ganteng dan Amri Tambunan, sedangkan dua pasangan lagi Esja serta Gusman menolak menandatangani hasil rekapitulasi.
Saksi Esja, Henri Jhon Hutagalung, menyatakan pihaknya menolak menandatangani hasil rekap karena menemukan banyak kecurangan dalam Pilgubsu. Karenanya pihaknya meminta KPU kembali menggelar pemungutan suara ulang di Medan akibat adanya penggaran yang dilakukan secara massif dan terkoordinir untuk memenangkan salah satu pasangan calon.
Ketua KPU Medan Evi Novida Ginting mengutarakan, meski dua saksi menolak menandatangani berita acara Pilgubsu, rekapitulsi penghitungan suara tetap sah sebab kedua saksi pasangan calon tidak ada yang komplain terkait jumlah rekapitulasi tetapi permasalahannya pada pembagian formulir C6.
Terkait hal itu, jauh-jauh hari pihaknya sudah memperingatkan dan mengimbau warga agar mendatangi PPS bila belum menerima undangan memilih dari petugas pembagi formulir C6.(aje)