Pemko Medan Beli Mobil Dinas Rp11 M

MEDAN (Berita): Pengadaan mobil dinas Pemko Medan dengan mengeruk uang rakyat dari APBD 2012 senilai Rp11 miliar, mendapat sorotan tajam dari sejumlah kalangan. Aroma mark up pun menyebar ke seantero. Benarkah ini hanya menghamburkan anggaran saat warga Kota Medan masih banyak hidup miskin dan melarat?.
Ternyata, pengadaan 31 mobil dinas baru Pemko Medan ini menjadi semakin misterius karena mobil yang sudah terpasang plat merah berseri L, sempat diparkirkan berhari-hari di basement salah satu hotel mewah.
“Terus terang, itu seperti ‘dirondokkan’ (disembunyikan, red). Kan, aneh, kok, disimpan di situ?,” ujar sumber di Pemko Medan, kemarin. Namun sekarang, mobil itu sudah tidak ada lagi di basement. Entah sudah di mana.
Berdasarkan investigasi dilakukan, sebenarnya anggaran ditampung APBD 2012 untuk pengadaan mobil dinas baru Pemko Medan Rp14,490 miliar, sedangkan realisasi dibelanjakan Rp11 miliar. Ada sekira Rp3,5 miliar dikembalikan ke kas menjadi Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa).
Ini juga diakui Kepala Bagian Aset Pemko Medan SI Dongoran. Dikatakan, memang ada pembelian mobil dinas baru Pemko Medan 13 unit jenis Nissan Evalia untuk Kepala Puskesmas, Toyota Innova, Avanza, Altis dan bus kecil 21 seat serta pick up untuk patroli Dishub dan patroli di kecamatan. Namun, tetap saja harga mobil dinas baru ini mengundang pertanyaan. Benarkah semahal itu? Soalnya, informasi diperoleh dari salah satu showroom mobil di Jalan Balai Kota, Medan, untuk Toyota Innova harga paling mahal Rp350 juta, Avanza Rp200 juta, Nissan Evalia Rp170 juta, Toyota Altis Rp300 juta, Ranger Rp350 juta dan bus kecil 21 seat (tempat duduk) Rp600 juta.
Dongoran mengatakan, pengadaan mobil dinas ini sesuai ketentuan dan bisa dipertanggungjawabkan. Anggaran dibelanjakan Rp11 miliar, sisanya Rp3,5 miliar dikembalikan ke kas menjadi SILPA. Penjelasan yang disampaikannya kepada wartawan beberapa waktu lalu ini, justru memicu pertanyaan lanjutan. Bagaimana tidak. Santer terdengar, pada Januari 2013, kas Pemko Medan dikabarkan kosong. Buktinya, sejumlah rekanan resah karena pekerjaan yang sudah selesai dikerjakan dan menghabiskan modal tidak sedikit, toh belum juga dibayar.
Selain itu, sejumlah PNS Pemko Medan juga resah, karena uang makan belum dibayar mulai Januari 2013. Tak ada penjelasan resmi, kenapa ini terjadi, walaupun dipastikan, bukan cuma ada Rp3,5 miliar SILPA dari sisa pembelian mobil dinas, juga ada SILPA tidak sedikit dari sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Jadi, di mana ‘ribanya’ semua uang Pemko Medan? (irh)