Pasangan ESJA Kampanye Di Stabat

STABAT (Berita): Seribuan massa yang berasal dari kabupaten Langkat dan Kotamadya Binjai, Rabu (27/2) memadati alun-alun kota Stabat, Langkat. Kondisi lapangan yang becek karena diguyur hujan tidak menghalangi warga untuk melihat langsung calon gubernur yang diusung PDI Perjuangan, PPRN dan PDS.
Effendi Simbolon dalam orasinya menyebutkan,selama melakukan kunjungan ke sebagian besar daerah di Sumatera Utara, terlihat jelas ketertinggalan daerah-daerah dikawasan pesisir. Bukan hanya pesisir pantai barat tapi juga dikawasan pesisir pantai timur. Effendi menyebutkan, sebagai daerah penghasil migas, maka tidak seharusnya daerah Langkat juga mengalami ketertinggalan dari daerah lain di Sumatera Utara. Ini menurut Effendi disebabkan kesalahan pengelola pemerintahan. "Kalau kita sebagai daerah penghasil migas masih mengalami ketertinggalan dari daerah lain, ini jelas-jelas merupakan kesalahan pengelola pemerintahan di Sumatera Utara", tegas Effendi MS Simbolon.
Karena itu, pasangan bernomor urut 2 ini kembali mengajak masyarakat untuk mengawasi kecurangan-kecurangan yang akan terjadi pada pilgub 7 Maret mendatang. Pengawasan ini diperlukan untuk menghasilkan pemimpin yang memang peduli dengan rakyatnya dan bukan hanya karena haus akan kekuasaan. Effendi juga menantang kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur lainnya untuk bersih dan bebas dari korupsi, dalam pilkada maupun dalam memimpin Sumatera Utara ke depan.
Sementara itu, wakil ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara M Affan menyakinkan bahwa penunjukkan Effendi MS sebagai calon gubernur untuk membawa Sumatera Utara menuju perbaikan. "Untuk apa kita bawa Effendi dari Jakarta kalau bukan untuk membawa Sumut menuju perbaikan yang positif", kata Affan yang berorasi mendampingi Effendi MS Simbolon.
Lebih lanjut, Affan yang juga wakil ketua DPRD Sumatera Utara mengkritisi rencana pelantikan pelaksana tugas gubernur Sumatera Utara di Jakarta. Karena menurut Affan, Sumatera Utara sudah memiliki gedung DPRD Sumatera Utara yang representatif dan mewah. "Buat apa kita menghabiskan anggaran untuk memboyong seratus anggota DPRD SU ke Jakarta untuk pelantikan sementara kita sudah punya gedung DPRD yang mewah", tegas Affan.
Sementara itu,ketua DPC PDI Perjuangan Langkat Safril memastikan massa yang memenuhi alun-alun kota Stabat adalah massa yang murni mendukung pasangan Effendi-Jumiran dan bukan karena dibayar. "Saya bisa jamin, massa yang ada di alun-alun ini adalah massa pendukung Effendi-Jumiran dan bukan massa bayaran", imbuh Safril. Sebelum berkampanye di alun-alun kota Stabat, calon gubernur Effendi MS Simbolon bertemu dengan warga nelayan sekaligus mengunjungi ibunda Syamsul Arifin di Pangkalan Berandan. (yen/rel)