KPK Geledah Tiga Tempat Terkait Korupsi Impor Dading Sapi

Jakarta ( Berita ) : Komisi Pemberantasan Korupsi, Senin menggeledah tiga tempat terkait kasus suap pengurusan kuota impor daging di Kementerian Pertanian. “Ada penggeledahan yang dilakukan penyidik KPK terkait dengan penyidikan dugaan suap impor daging sapi di tiga tempat,” kata juru bicara KPK Johan Budi di Jakarta, Senin [11/02] .
Lokasi pertama adalah ruang kerja tersangka mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera di gedung Nusantara I ruang 315 kompleks Dewan Perwakilan Rakyat. "Selanjutnya penggeledahan di satu kantor saksi di kawasan Ampera Jakarta Selatan dan di rumah saksi di Jalan Kenanga Cilandak Pasar Minggu," tambah Johan.
Ia tidak menjelaskan siapa saksi yang dimaksud namun hanya mengungkapkan bahwa penggeledahan dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dan masih berlangsung.
"Tim terdiri atas 8 orang, maksud penggeledahan ada hal-hal yang diduga merupakan bukti di sana," jelas Johan.Dalam kasus ini KPK menetapkan empat orang tersangka yaitu Luthfi Hasan Ishaaq, orang dekat Luthfi Ahmad Fathanah serta dua orang direktur PT Indoguna Utama yang bergerak di bidang impor daging yaitu Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi.
Juard, Arya dan Ahmad Fathanah ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan pada Selasa (29/1) malam.Juard dan Arya ditangkap KPK pada Selasa (29/1) di rumah Arya pada pukul 22.30 WIB di Cakung pasca menyerahkan uang senilai Rp1 miliar kepada Ahmad Fathanah di gedung PT Indoguna Utama, sedangkan Ahmad Fathanah ditangkap KPK di hotel Le Meredien Jakarta pada pukul 20.20 WIB bersama dengan seorang perempuan bernama Maharani, keempatnya kemudian dibawa ke gedung KPK.
KPK juga menyita barang bukti berupa uang yang dibungkus dalam tas kresek hitam senilai Rp1 miliar sebagai nilai komitmen awal untuk mengamankan komitmen kuota daging sapi, uang itu merupakan bagian nilai suap seluruhnya diduga mencapai Rp40 miliar dengan perhitungan "commitment fee" per kilogram daging adalah Rp5.000 dengan PT Indoguna meminta kuota impor hingga 8.000 ton.
Uang Rp1 miliar tersebut saat ditemukan telah terbagi menjadi tiga bagian yaitu Rp980 juta di dalam mobil Ahmad Fathanah, Rp10 juta di dompet pria tersebut dan sisanya diduga diberikan kepada Maharani.
KPK juga resmi mencegah keluar negeri empat orang dalam kasus tersebut yaitu Elda Devianne Adiningrat yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Perbenihan Indonesia pada 2008, Soraya Kusuma Effendi selaku Komisaris PT
Indoguna Utama, Maria Elisabeth Liman Direktur Utama PT Indoguna Utama dan Denny P Adiningrat.Juard dan Arya diduga melanggar Pasal 5 Ayat (1) atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah menjadi UU No. 20/2001 jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP tentang pemberian hadiah atau janji kepada penyelenggara negara.
Sedangkan Ahmad dan Lutfi diduga melanggar Pasal 12 Huruf a atau b atau Pasal 5 Ayat (2) atau Pasal 11 UU No. 31/1999 sebagaimana telah diubah menjadi UU No. 20/2001 jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP mengenai penyelenggara negara yang menerima hadiah atau janji terkait kewajibannya. (ant )