Pemerintah Efektifkan Program Penanggulangan Kemiskinan

 

Jakarta (Berita): Pemerintah akan meningkatkan koordinasi antar-Kementerian Lembaga dalam pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan, yang selama ini dirasakan belum efektif untuk menekan angka kemiskinan.

“Kita akan fokus (mengefektifkan) dana-dana kementerian untuk mengurangi kemiskinan sehingga pencapaian penurunan kemiskinan kita cukup signifikan pada 2013,” ujar Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa seusai rapat koordinasi di Jakarta, Kamis(10/1).

Hatta menjelaskan efektivitas pelaksanaan program tersebut akan diaplikasikan dalam agenda aksi antar-Kementerian Lembaga, agar percepatan kesejahteraan di daerah tertinggal dapat lebih mudah terealisasi.

“Kita akan segera melakukan agenda aksi tersebut, dimana di daerah tertentu kita akan fokus memberikan dana Kementerian untuk mengurangi kemiskinan,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga akan meningkatkan lapangan pekerjaan, untuk mengatasi tingkat pengangguran, hingga netto sebesar 750.000-1 juta orang dengan menjaga iklim berusaha dan meningkatkan koordinasi dengan kalangan pengusaha.

“Kita akan mempertahankan sektor industri dan menjaga supaya tidak ada PHK, apabila ada masalah yang menganggu kita akan melakukan pendekatan,” katanya.

Program tersebut, lanjut Hatta, akan digabung dengan program kewirausahaan dan beasiswa para pelajar agar proses penyerapan tenaga kerja tidak terhambat dan penciptaan lapangan kerja dapat berlangsung maksimal.

“Ke depan elastisitas pertumbuhan terhadap lapangan kerja itu tidak seperti jaman dulu dimana industri kita lebih kepada didominasi oleh labor intensif, kalau sekarang capital intensif mulai meningkat,” katanya.

Hatta juga memastikan pemerintah akan mendorong percepatan proyek investasi yang tercantum dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) ataupun tidak, untuk mempercepat realisasi pembangunan.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana menambahkan percepatan agenda aksi Kementerian Lembaga akan dilakukan di beberapa kecamatan yang berada dalam koridor Masterplan Percepatan dan Perluasan Pengurangan Kemiskinan Indonesia (MP3KI).

“Ada sekitar delapan atau sepuluh kecamatan yang kurang lebih merepresentasikan koridor ekonomi di Jawa, Sumatra, Kalimantan, Papua. Ini sedang disiapkan lebih lanjut dan akhir triwulan I atau triwulan II akan dilaunching,” ujarnya.

Menurut Armida, pelaksanaan program untuk mengentaskan kemiskinan ini dapat mengurangi kesenjangan dan akan terus dievaluasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah tertinggal. “Kita betul-betul fokus di 2013 dan 2014. Mungkin tahun 2013 semacam pilot project, nanti apa yang berhasil dan apa kurangnya di 2014 agak lebih di-skill up lebih luas dan lebih banyak,” ujarnya.

Pemerintah menargetkan angka kemiskinan pada 2013 sebesar 9,5 persen-10,5 persen. Sedangkan pada September 2012, angka kemiskinan tercatat mencapai 11,66 persen atau belum mencapai target indikator 10,5 persen-11,5 persen.

Sementara, dalam APBN 2013 pemerintah menganggarkan dana sebesar Rp63,4 triliun untuk bantuan sosial dalam bidang pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial dan pemberdayaan masyarakat, yang bertujuan menekan angka kemiskinan.(ant)