Sibolga, Tapteng Dan Tapsel Banjir, Akativitas Masyarakat Nyaris Lumpuh

 

TAPTENG ( Berita ) : Banjir akibat hujan deras sejak Sabtu (29/12) sore hingga Minggu (30/12)  dinihari menggenangisejumlah kawasan di Kota Sibolga dan Kab.Tapteng dan nyaris melumpuhkan aktivitas masyarakat di sana.

Kawasan yang tergenang banjir di Kota Sibolga terjadidi Jl. Merpati dan Jl. Kesturi,Kec. Sibolga Selatan, Pasir Bidang Kec. Sarudik Tapteng,Poriaha Kec. Tapian Nauli,Rawa Kolang Kec. Kolang,Sorkam Kiri Kec. Sorkam dan Sorkam Kanan Kec. Sorkam Barat.

Kawasan yang tergenang banjir di Kota Sibolga terjadi di Jl. Merpati dan Jl. Kesturi, Kec.Sibolga Selatan, Pasir Bidang Kec.Sarudik Tapteng, Poriaha Kec.Tapian Nauli, Rawa Kolang Kec.Kolang, Sorkam Kiri Kec. Sorkam dan Sorkam Kanan Kec. Sorkam Barat.

Selain banjir, informasi yang peroleh, juga terjadi longsor di lima titik kawasan Desa Aek Raisan Kec. Sitahuis mengakibatkan arus lalu lintas macat total. Sedangkan banjir yang terparah terjadi di Jalinsum Sibolga Barus Rawa Kolang Kec. Kolang, sehingga arus kendaraan harus ekstra hati-hati melintasi daerah tersebut.

Beberapa sepeda motor milik pengemudi mogok karena masuk air. Sejauhitu, tak satu pun petugas lalulintas terlihat di lokasi guna mengamankan arus lalulintas. Banjir juga terjadi di Kel. Sorkam Kanan dan Desa Sorkam Kanan hingga setinggi pinggang orang dewasa.

Peristiwa itu mengakibatkan aktivitas masyarakat lumpuh karena kendaraan tak bisa melewati banjir. Banjir yang terjadi di Kec.Sorkam dan Sorkam Barat akibat meluapnya Sungai Aek Sibundong. Tanggul pengaman  banjir yang dibangun sejak tahun 1995, nampaknya tidak dapat menahan derasnya air sungai hingga menggenangi pemukiman warga. Bahkan di Desa Sorkam Kanan air menggenangi rumah warga.

Banjir Di Tapsel

Sebanyak 208 rumah wargadi Kel. Hutaraja dan Desa Muara Hutaraja, Kec. Muara Batangtoru, Kab. Tapanuli Selatan, terendam banjir setinggi 50 sampai 70 centimeter sejak Minggu (30/12) pukul 7:00.

Air yang merendam pemukiman penduduk tersebut berasal dari luapan sungai Batangtoru, karena semenjak tiga hari belakangan ini bagian hulu sungai diguyur hujan deras. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta dan hingga kini warga masih berusaha untuk mengungsi ke lokasi yang aman.

“Semenjak kejadian, kita bersama TNI, Polri, dan masyarakat masih berupaya untuk menyelamatkan warga dan peralatan berharga yang masih bisa terselamatkan. Sekarang ini air sudah mulai surut,” kata Plt.Camat Muara Batangtoru, H.Hotma Dalid Harahap S.Sos.MSi. Adapun rumah warga yang terendam banjir itu, di  Kel. Hutaraja (Lingkungan III LopoBaru) sebanyak 17 KK. Di Desa Muara Hutaraja, Dusun Mabang I sebanyak 21 KK,  Dusun Mabang II (Mabang Pasir) 80 KK,Dusun Mabang III (Bongal) 90KK. Sehingga total rumah  terendam banjir 208 KK. (WSP/a24/a27)