Staf Ahli Kemendikbud Survei Pendidikan Sumut

 

MEDAN (Berita):Staf Ahli Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI DR Ir Taufik Hanafi MUP meyakini Sumut sudah siap menerapkan kurikulum baru pendidikan nasional yang akan dimulai secara bertahap tahun 2013 untuk beberapa kelas dan selanjutnya ditargetkan semua kelas mulai dari SD, SMP dan SMA sudah dengan kurikulum baru itu pada tahun 2015.

“Telah dilakukan uji publik  di Medan dan masukan-masukan dari masyarakat juga sudah diolah dari 29 Nopember sampai 23 Desember dan diharapkan setelah uji publik akan bisa dirumuskan masukan-masukan dari masyarakat itu lebih konprehensif,” ujarnya menjawab wartawan di Kantor Gubsu di Medan, Senin (24/12).

Didampingi Kepala Dinas Pendidikan Sumut Drs H Syaiful Syafri MM, Taufik Hanafi yang berkunjung ke Sumut sekaligus mensuvei dunia pendidikan di provinsi ini mengemukakan berkaitan dengan kurikulum ada tiga tingkatan uji publik dan itu merupakan kemajuan tersendiri dan bersejarah bahwa dalam proses pengembangan kurikulum itu dilakukan uji publik yang komprehensif.

“Jadi kita optimis rencana penerapan kurikulum baru dilakukan secara bertahap mulai tahun tahun 2013 secara parsial di beberapa kelas dan diharapkan tahun 2015 semua kelas sudah melaksanakan kurikulum baru itu. Untuk ini akan dimonitoring dan evaluasi,” ujarnya.

Dijelaskannya pendidikan karakter juga sudah termasuk yaitu contohnya untuk SD pelajarannya akan otomatis semua mengandung nilai-nilai karakter bangsa contohnya mengenai diriku yang jujur, bersih dan disiplin, di mana disitu sudah ada dimensi Agama dan etika, artinya pelajaran itu tidak dilakukan sendiri-sendiri dan semuanya terkait untuk mendorong siswa lebih banyak bertanya, aktif dan menyenangkan.

Begitu juga muatan kompetensi dan kebutuhan actual serta tuntutan globalisasi sudah terangkum pada kurikulum teruta,a tingkat SMA dan SMK sehingga lulusan ke depan siap bersaing di globalisasi sekaligus memiliki ketahanan dan kekuatan jatidiri dan karakter bangsa.

“Jadi kurikulum yang menengah diuniversalkan yang diharapkan nanti memiliki kompetensi lebih baik terhadap kebutuhan tenaga kerja dan kebutuhan pembangunan dan ini makin lama makin membesar sehingga nanti jumlah penduduk produktif dan berkualitas akan semakin mampu bersaing,” ujarnya.

Jumlah penduduk produktif yang besar jika tidak disiapkan dengan baik akan menjadi suatu permasalahan nantinya sehingga kurikulum itu nantinya akan menyiakkan sumberdaya manusia begitu selesai sekolah langsung tingkat pendidikan kompetensinya bagus dan dia bisa masuk di pasar kerja dengan baik, bisa diterima dan juga memiliki kontribusi terhadap pembangunan yang semakin bagus.

Taufik Hanafi secara garis besar menyampaikan kunjungannya ke Sumut menyampaikan kebijakan-kebijakan strategis Kemendikbud untuk tahun 2013 serta beberapa rencana strategis antara lain pengembangan kurikulum 2013, rencana pelaksanaan pendidikan menengah universal, peningkatan kompetensi guru dan bantuan operasional sekolah (BOS),” ujarnya.

Mengenai BOS, lanjutnya sejak tahun 2012 mekanisme penyalurannya diperbaiki. “Alhamudillah hasilnya lebih cepat dibanding tahun 2011 bahkan kecepatannya untuk triwulan satu lebih cepat tiga bulan, di mana perubahan prinsipilnyanya yaitu kalau dulu anggaran disampaikan lewat kabupaten atau kota baru ke sekolah, sekarang prosesnya diperbaiki yaitu melalui Kementerian Keuangan ke provinsi-provinsi dan langsung ke sekolah sehingga lebih cepat. Hanya saja sekarang bagaimana memonitor pemanfaatan dana BOS itu,” ujarnya.

Dia juga menjelaskan tentang salah satu kebijakan pendidikan tinggi yakni mengembangkan Akademi Komunitas di mana tahun 2012 dikembangkan 20 akademik dan tahun 2013 akan dikembangkan 106 Akademi Komunitas.

“Tentunya yang di wilayah Sumatera akan mendukung MP3I. Jadi Akademi Komunitas itu nanti didirikan bidang-bidangnya disesuaikan dengan keunggulan masing-masing daerah contohnya untuk Sumatera Utara di bidang perkebunan dan untuk di wilayah pantai tentunya perikanan. Sementara akademi ini dikembangkan sebagai akademi negeri meski nantinya tidak menutup kemungkinan untuk swasta,” ujarnya.

Setiap kabupaten dan kota lanjutnya diberikan keleluasaan untuk mendirikan minimal satu Akademi Komunitas untuk menunjang kegiatan pemerintah saerah) dan jika swasta tertarik bisa dilakukan kerjasama. “Nanti Mp3I yang dikembangkan di wilayah Sumatera akan bisa didukung oleh Akademi Komunitas itu untuk penyiapan SDM,” katanya. (lin)