Medan Juara Umum LKS SMK Se-Sumut

MEDAN (Berita): Kota Medan berhasil meraih juara umum dalam Lomba Keterampilan Siswa (LKS) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tingkat Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Tahun 2012. Dari 20 cabang yang diperlombakan, perwakilan Medan berhasil meraih 9 piala untuk Juara I.

Diantaranya diraih Tumpal Sinaga dari SMK Swasta Teladan Medan untuk kategori Technology Engineering dan Vidia Octa dari SMK Negeri 9 Medan untuk kategori information technology application.   Keberhasilan Kota Medan dalam memenangkan lomba ini, tidak luput dari kerja keras guru,Kepala Sekolah (kasek), Dinas Pendidikan (Disdik), wali siswa dan terpenting dari siswa itu sendiri.

Kabid Pendidikan Menengah dan Tinggi (Dikmenti) Disdik Sumut Latifah mengatakan pemenang setiap lomba, nantinya akan bertarung lagi di tingkat nasional. Diharapkan, akan hadir pemenang tingkat nasional dari Sumut yang akan bertarung hingga ke tingkat World Skill atau international.

“Karena itu, kepada sekolah dan guru yang anaknya terpilih sebagai pemenang lomba, diharapkan untuk lebih meningkatkan dan mengasah kemampuan anak didiknya. Dukungan besar dari kabupaten/kota juga diharapkan,” ujarnya, Jumat kemarin.

Bukan hanya merebut juara, pememang lomba diharapkan bisa mengembangkan kemampuannya melalui keahlian kewirausahaan dengan ilmu yang dimiliki. Karena SMK hadir untuk membuat wirausaha terampil yang dapat menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat. Dari itu, lanjutnya, pengusaan ilmu pengetahuan dan keterampilan harus selalu ditingkatkan.

“Kepada siswa yang memiliki nilai akademik yang memenuhi persyaratan, pemerintah juga akan membantu pendidikannya melalui program bidik misi. Untuk itu, siswa SMK harus mampu mengembangkan kualitas diri sesuai dengan tuntutan dunia kerja,” ucap dia.

Dalam kesempatan ini, Konsulat Amerika Serikat Sumatera Kathryn A Crockart mengungkapkan sama seperti di Indonesia, di Amerika SMK atau Vocational School merupakan lembaga pendidikan yang penting. Namun berbeda dengan Indonesia di sana siswa melanjutkan ke Vocational school setelah menyelesaikan tingkat SMA.

“Di vocational school mereka belajar selama 2 tahun di bidang studi spesifik, di antaranya perkayuan (Carpentry), hair and beauty seperti SMK 10 Medan, otomotif seperti SMK 1 Percut Sei Tuan, atau business seperti SMK 1 Siantar.

Karena kekhususan dari vocational school ini, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat membuat satu tipe visa special yang ditujukan khusus bagi mereka yang akan melanjutkan pendidikan ke vocational school di Amerika, yaitu Visa M1,” jelasnya.

Banyak kesamaan antara SMK dan Vocational School di Amerika, diantaranya bertujuan menyediakan pendidikan sehingga lulusannya bisa dengan cepat bekerja. Lulusannya biasanya mendapatkan sertifikat yang menyatakan bahwa mereka adalah seorang profesional di bidangnya.

“Saya sudah dengar tentang prestasi SMK-SMK di Sumatera Utara, dan saya harap pemenang dari kompetisi ini dapat mewakili Sumatera Utara tidak hanya sampai Jakarta namun hingga ke World Skills di Leipzig Jerman,” tuturnya.(aje)