Tak Sesuai Spesifikasi, Rehab Ruang Kelas Sekolah SMPN 3 Lhokseumawe

 

Lhokseumawe-(Berita): Nasib dunia pendidikan masih lahan empuk korupsi. Pengucuran Dana Alokasi Khusus (DAK) dari APBN TA 2012 untuk bidang pendidikan kesekolah SMPN 3 Lhokseumawe yang di peruntukannya untuk merehabilitas berat dan sedang dua Ruang kelas diduga sarat dengan penyimpangan dan bahkan sudah mengarah ke ajang Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN).

Pembangunan rehabilitas berat dua ruang kelas sekolah SMPN 3 Lhokseumawe yang dikerjakan oleh kepsek sekolah tersebut  dengan anggarannya mencapai Rp. 165,000,000.00 bersumber Dana DAK  melalui Dinas Pekerjaan Umum Kota Lhokseumawe yang bangunan hampir  selesai dikerjakan dan tidak sesuai Spesifikasi.

Namun, proyek tersebut dinilai proyek asal jadi dan tidak adanya pengawasan dari dinas yang terkait hingga diduga kuat menjadi sarat KKN dikarenakan banyaknya bangun dibangun tidak sesuai rap yang berlaku.

Berdasarkan fakta lapangan dan keterangan yang berhasil dihimpun Tim media Berita, sejumlah penyimpangan justru banyak dilakukan kalangan oknum Kepala Sekolah, termasuk oknum petinggi birokrasi pendidikan itu sendiri dan kalangan tertentu dari pengusaha baja ringan.

Kesepakatan ini terungkap dalam hasil kunjungan media ini kesekolah tersebut dengan terlihat bangunan yang baru dibangun tetapi nampak dari dalam ruangan tersebut seperti bangunan yang berdiri puluhan tahun silam.( Rumah Hantu ).

Sementara itu Kepala sekolah SMPN 3 Lhokseumawe, Sofyan Raman yang dikonfirmasi wartawan mengatakan pembangunan Rehapbilitas berat dua ruangan sudah sesuai dengan anggaran yang di salurkan namun menurutnya butir-butir kesepakatan tersebut sudah direalisasikan.

“Rehap itu sudah di kerjakan bahkan hampir siap semuanya, itu dana dari DAK Cuma yang ada rehap tahun ini dua lokal saja dan lagi saya usahakan untuk yang lain lagi,” tutur sofyan Raman kepala SMPN 3 Lhokseumawe yang baru saja menduduki menjadi kepala sekolah di sekolah tersebut.( jmal)