Ketua DPRA: Bendera Aceh Tidak Perlu Ditakutkan

Banda Aceh (Berita) : Ketua DPR Aceh Hasbi Abdullah mengatakan usulan bendera dan lambang Aceh tidak perlu ditakutkan akan lahirnya bayangan konflik masa lalu.

“Saya kira tidak perlu ditakutkan karena separatis tidak ada lagi. Semuanya sudah mengikrarkan diri dalam bingkai NKRI. NKRI harga mati,” tegas Hasbi Abdullah di Banda Aceh, Jumat(30/11).

Bendera dan lambang Aceh yang diusulkan tersebut mirip dengan alat perjuangan GAM. Bendera dan lambang Aceh itu nantinya diatur dalam qanun yang merupakan turunan UU Nomor 11 Tahun 2006 tentang pemerintahan Aceh.

Hasbi Abdullah mengatakan, rancangan qanun tentang bendera dan lambang Aceh sudah selesai dibahas oleh Komisi A DPRA. Namun, belum diparipurnakan karena perlu dikonsultasikan terlebih dahulu dengan Menteri Dalam Negeri.

Mengenai adanya pernyataan Menteri Dalam Negeri yang meminta usulan bendera dan lambang Aceh diubah, Hasbi Abdullah mengatakan hal itu wajar saja karena Menteri Dalam Negeri belum mendengarkan penjelasan dari DPRA.

“Pernyataan itu boleh-boleh saja. Menteri Dalam Negeri belum mendengarkan penjelasan dari DPRA terkait usulan bendera dan lambang Aceh,” kata politisi Partai Aceh tersebut.

Oleh karena itu, lanjut dia, tim DPRA akan menjelaskan usulan tersebut ketika proses konsultasi rancangan qanun tentang bendera dan lambang Aceh dengan Menteri Dalam Negeri.

Ia mengatakan, DPRA sudah mengirimkan tim terdiri Ketua Komisi A Adnan Beuransyah, Wakil Ketua Komisi A Nur Zahri, dan Sekretaris Komisi A Abdullah Saleh mengonsultasikan rancangan qanun tentang bendera dan lambang Aceh dengan Menteri Dalam Negeri.

“Jika proses konsultasi ini selesai, DPRA segera menggelar sidang paripurna pengesahan rancangan qanun bendera dan lambang Aceh. Kami targetkan rancangan qanun bendera dan lambang Aceh bisa disahkan tahun ini juga,” kata Hasbi Abdullah.(ant)