Konsumen Jangan Panik Kekurangan BBM

*Pertamina Terus Pasok BBM Ke SPBU Sumut

Medan ( Berita ) :  Pertamina berharap, konsumen tidak panik karena kekurangan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Medan yang terjadi sejak Minggu (25/11), bisa segera diatasi.

“Benar ada sekitar lima dari 90 SPBU di Medan yang lagi kekurangan BBM, tetapi Pertamina menjamin masalah itu akan segera tertanggulangi. Jadi konsumen tidak perlu panik atau cemas,” kata Asisten Customer Relation Fuel Retail Marketing Region I Marketing and Trading Directorate PT Pertamina, Sonny Mirath, di Medan, Senin [26/11].

Pihaknya yakin, satu atau dua hari semuanya kembali normal dan kelangkaan BBM dapat diatasi dengan baik.  SPBU di Jalan Dr Mansyur tutup dengan alasan BBM habis, sementara Merak Jingga, premium yang kosong dan SPBU Jalan Adam Malik , pertamaxnya yang tidak ada. “Premium lagi habis. Nanti baru ada,”kata petugas SPBU di Jalan Merak Jingga.

Sonny menyebutkan, Sumatera Utara memang sudah mendapat tambahan kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sebanyak 336.000 kiloliter, namun diperkirakan penyaluran solar dan premium di daerah itu tetap di atas kuota.

Tambahan kuota 336.000 kiloliter (KL) itu masing-masing untuk premium 300.000 KL dari jatah sebelumnya yang hanya 1,3 juta KL dan solar 36.000 KL dari sebanyak 964.000 KL. Meski ditambah, kebutuhan BBM diperkirakan tetap belum mencukupi karena permintaan yang terus naik.

Dia menyebutkan, hingga 21 November, penyaluran premium sudah mencapai 1,4 juta KL atau 88 persen dari 1,6 juta KL alokasi, sementara solar mencapai  97 persen atau 999.000 KL dari jatah satu juta KL.

Melihat angka penyaluran sebanyak itu, maka diperkirakan hingga akhir tahun 2012, alokasi premium dan solar bisa melebihi kuota sekitar 1-2 persen untuk premium dan 9-10 persen untuk solar.

“Meski kuota itu dinilai kurang, tetapi  yang pasti Pertamina wajib dan patuh pada angka kuota yang ditetapkan dalam UU APBN-P itu. Pertamina berharap semua pemangku kepentingan termasuk masyarakat memahami kebijakan pemerintah atas kuota BBM itu,” katanya.

Pertamina sendiri terus melakukan berbagai upaya untuk mendukung penetapan kuota BBM oleh pemerintah, sekaligus melindungi masyarakat dari pemenuhan kebutuhan BBM yang terus meningkat.

Upaya itu mulai dari menyediakan outlet SPBU yang menyediakan BBM nonsubsidi, mengoperasikan SPBU berjalan untuk kebutuhan kendaraan angkutan barang pertambangan/perkebunaan sesuai Peraturan Menteri ESDM No.12 tahun 2012.

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sumut, Abubakar Siddik, meminta Pertamina segera memenuhi  pasokan BBM di SPBU agar konsumen tidak panik dan termasuk terhindari kerugian yang disebabkan tindakan spekulasi pemilik SPBU dan lainnya dalam perdagangan BBM itu. Konsumen harus dilindungi, karena itu ketersediaan BBM subsidi maupun nonsubsidi harus tersedia dengan cukup, katanya.

 

Pasok BBM Ke SPBU Sumut

PT Pertamina terus memasok bahan bakar minyak ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum yang sempat kosong di Medan dan sejumlah daerah lain di Sumatera Utara untuk menghindari kepanikan konsumen.

“Recovery terus dilakukan. Truk tangki BBM Pertamina sudah menyuplai ke sejumlah SPBU yang sempat kosong Senin pagi,” kata Asisten Customer Relation Fuel Retail Marketing Region I Marketing and Trading Directorate PT Pertamina Sonny Mirath di Medan, Senin sore.

Dengan upaya penormalan pasokan, diharapkan konsumen tidak panik lagi dan diimbau masyarakat tidak melakukan pembelian jor-joran yang akhirnya justru membuat situasi semakin tidak terkendali, katanya.

Dengan langkah Pertamina kembali menyalurkan BBM dengan lebih lancar diharapkan masalah kesulitan BBM yang terjadi mulai Minggu (25/11) sudah teratasi dalam satu atau dua hari ke depan.

Hingga Senin, sedikitnya lima dari 90 SPBU sempat mengalami kekosongan BBM khususnya jenis premium dan itu membuat konsumen khawatir dan antrian panjang terjadi di SPBU yang masih beroperasi normal.

Kebutuhan BBM Sumut per harinya adalah 4.300 kilo liter (KL) untuk jenis premium dan 3.000 KL untuk solar. “Penyaluran BBM di Sumut memang sudah dipastikan melebihi kuota lagi pada tahun ini,” katanya.

Hingga 21 November 2012, penyaluran premium sudah sebanyak 1,4 juta KL atau mencapai 88 persen dari kuota yang ditetapkan sebanya 1,6 juta KL hingga akhir tahun. Sementera penyaluran solar juga sudah mencapai 999 ribu KL, atau  97 persen dari kuota yang sebanyak 1 juta KL.

Dengan konsisi penyaluran sepert itu, maka tahun ini, distribusi premium akan “over” sebanyak 1-2 persen dan solar 9-10 persen. Sebelumnya seperti diketahui,  7 November lalu, Pertamina mendapat instruski dari Pemerintah melalui Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas, soal pengendalian distribusi sisa kuota BBM bersubsidi 2012.

Dalam surat resminya, BPH Migas meminta Pertamina menyalurkan kuota BBM bersubsidi sampai dengan 31 Desember 2012 dengan melakukan pengendalian harian (kitir harian).

Pengendalian tersebut oleh BPH Migas dimaksudkan menjaga agar kuota yang telah ditetapkan Pemerintah dan DPR dalam APBN-P 2012 sebesar 44,04 juta KL  tidak terlampaui.

“Pertamina memang memahami ketetapan pemerintah itu, tetapi memperhatikan situasi sosial di daerah-daerah pascakebijakan Pemerintah tersebut, dan mempertimbangkan kepentingan nasional lebih besar, manajemen memutuskan menyetop kebijakan pengendalian pasokan BBM sembari menunggu arahan selanjutnya dari Pemerintah,” katanya.

SPBU di Jalan Merak Jingga dan SM Raja Medan yang Senin pagi premiumnya sempat habis, siangnya sudah ada dan membuat antrean panjang para pembeli.

Anggota DPD RI utusan Sumut Parlindungan Purba menyebutkan, langkah Pertamina yang berupaya menormalkan suasana dengan memasok BBM sesuai kebutuhan meski alokasi sudah  mendekati kuota sangat dihargai.

“Bagaimanapun konsumen harus dilindungi meksi kebijakan pembatasan BBM dinilai memang harus dilakukan untuk mengurangi beban subsisi pemerintah.Semua kebijakan harus dijalankan sejalan dengan kesiapan masyarakat,” katanya. (ant )