Gn. Sinabung Masih Status ‘Waspada’

AKTIVITAS gunung api Sinabung Kabupaten Karo fluktuatif ( Repro/WSP/Basita Bukit )

KABANJAHE ( Berita ) : Gunung Sinabung  2.415 meter dari permukaan laut, yang meletus Agustus 2010,hingga saat ini tetap aktif dengan aktivitas kegempaan yang fluktuatif, meskipun cenderung mengalami penurunan.

Untuk itu Badan Geologi Pusat Vulkanalogi dan Mitigasi Bencana Geologi Kementerian Energy dan Sumber Daya Mineral RI, belum juga menurunkan status Waspada (Level II). Laporan bulanan kegiatan Gunung Sinabung oleh Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung di Desa Ndokum Siroga, Kec. Simpang Empat, Kab. Karo dalam kurun waktu empat bulan terakhir menunjukkan, gempa bulanan gunung Sinabung mengalami fluktuatif.

Pada Juni 2012, jumlah gempa Gunung Sinabung 418 kali. Masing-masing, gempa hembusan 18 kali,tomillo 27 kali,vulkanik A 234 kali,tektonik local 21 kali dan tektonik jauh 118 kali.

Data jumlah kegempaan tersebut mengalami peningkatan menjadi 566 kali pada bulan Juli. Dengan perincian,gempa hembusan menurun menjadi 9 kali, gempa tomillo menjadi 0, vulkanik A meningkat menjadi 370 kali, tektonik local menjadi 27 kali dan tektonik jauh juga meningkat menjadi 160 kali.

Pada Agustus turun menjadi 372 kali gempa. Dengan perincian gempa hembusan 9 kali,vulkanik A 202 kali, tektonik local 5 kali dan tektonik jauh 156 kali.  Namun pada Septem berjumlah kegempaan secara umum mengalami peningkatan menjadi 392 kali.

Dengan perincian gempa hembusan menurun menjadi 5 kali,tormillo naik menjadi 7 kali,vulkanik A juga naik menjadi 228 kali, tektonik lokal naik menjadi 30 kali dan tektonik jauh turun menjadi 122 kali.

“ Gunung Sinabung yang mengalami fluktuatif kegempaannya dengan aktivitas yang aktif sehingga masih dalam status Waspada (Level II)“ ujar  Ketua Pos Pengamatan Gunung Sinabung, Armen Putra,S.Pd kepada Waspada, Rabu(10/10) sore.

Dua tahun lalu, persisnya 7 Oktober 2010 Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menerbitkan surat perihal penurunan kegiatan Gunung Sinabung dari status Siaga (level III) menjadi Waspada (Level II).

Sejak itu sampai sekarang aktivitas Gunung Sinabung belum mengalami penurunan. Gunung Sinabung di Karo disebut “Deleng Sinabun”, beberapa kali mengalami  erups isejak 27 Agustus 2010 hingga puncak erupsi terjadi 7 September 2010.

Ketinggian semburan abu vulkanik setinggi 5 kilometer dari lubang kawah yang berada di puncak gunung. Gunung yang berdampingan dengan Danau Lau Kawar tersebut pernah meletus sekitar 400 tahun lalu.

Pengamatan Waspada,aktivitas kegiatan Gunung Sinabung sejak meletus 27 Agustus 2010, hingga sekarang belum stabil. Hal itu dapat dilihat dari semburan asap dari kawah yang berada dekat puncak Sinabung yang kadang cukup besar dan tinggi dan kadang hanya sedikit dan kecil. Semburan asap dari puncak Sinabung terlihat jelas dari objek wisata Bukit Gundaling, Berastagi. (WSP/c09)