Presiden Mesir Mohammed Moursi : Muslim Didiskriminasi Di Seluruh Dunia

NEW YORK ( Berita )  : Presiden Mesir Mohammed Moursi membahas segenap masalah yang menimpa imigran-imigran Muslim di seluruh negara dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Moursi mengecam kebijakan standar ganda Barat terhadap warga Muslim.

“Apa yang saat ini dialami warga dan para imigran Muslim adalah diskriminasi dan pelanggaran terhadap hak mereka. Banyak pula kampanye-kampanye yang menghina Muslim dan hal ini tidak dapat diterima,” ujar Mursi.

“Mesir menghormati kebebasan berekspresi, namun bukan yang digunakan untuk menyebarkan kebencian dan tidak ditujukan untuk menyerang agama atau kultur tertentu,” tambahnya, seperti dikutip The Associated Press, Kamis.

Moursi kembali mengencam film Innocence of Muslims yang menghina Nabi Muhammad dan menyinggung kembali masalah kebebasan bereskpresi yang sudah disalah gunakan.

Politisi Ikhwanul Muslimin itu juga membahas serangan di kantor misi diplomatik AS yang menewaskan sekira 51 orang, termasuk Duta besar AS untuk Libya Christopher Stevens.

Di Kairo, Mesir, warga menyaksikan siaran pidato Moursi lewat televisinya. Selain disambut oleh warga Mesir, Moursi juga mendapat kritik pedas. Salah seorang warga mengeritik pidato Moursi mengenai kebebasan berekspresi. Warga menyinggung isu penahanan-penahanan aktivis Mesir dan mengaitkannya dengan pidato Moursi di PBB.

Moursi juga membahas isu-isu Timur Tengah lainnya dalam pidato pertamanya di Majelis Umum PBB. Isu tersebut antara lain adalah isu keanggotaan Palestina di PBB dan isu krisis Suriah yang makin memanas.

Moursi telah memainkan perannya sebagai tokoh kelas berat di Timur Tengah Rabu, dengan menyatakan dalam pidato perdananya di depan sidang MU PBB bahwa perang saudara di Syria adalah ‘tragedi zaman ini’  dan harus segera diakhiri.

Prioritas dunia

Dalam pidatonya di Sidang MU PBB Moursi membahas isu status Palestina di PBB. Mursi menganggap isu tersebut sebagai isu yang paling penting bagi komunitas internasional.

“Sudah beberapa dekade berlalu sejak warga Palestina mengutarakan harapannya untuk membangun negara yang merdeka dengan Jerusalem sebagai ibukotanya. Meski mereka melanjutkan perjuangannya dengan cara yang legal, komunitas internasional masih belum bisa merealisasikan harapan dan aspirasi warga Palestina,”ujar Mursi, di Sidang Majelis Umum PBB seperti dikutip dari Bikyamasr, Kamis.

“Saya mendesak kalian semua, mendukung warga Palestina untuk mendapatkan haknya membangun negara, seperti saat kalian mendukung revolusi warga Arab. Sangat memalukan bila komunitas internasional terus menghalangi hak sebuah bangsa yang mendambakan kemerdekaan,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton menurut rencana bertemu dengan Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas Jumat (28/9) di markas besar PBB. Salah seorang pejabat Palestina mengatakan, Clinton akan menjegal Abbas yang saat ini ingin memperbaharui status Palestina di PBB.

Saat berada di New York, Abbas bertemu dengan sejumlah pemimpin dan pejabat tinggi negara. Mereka adalah Presiden Prancis Francois Hollande, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, Menteri Luar Negeri Jerman Guido Westerwelle dan lainnya.

Kehadirannya di New York akan dimanfaatkan kembali untuk mengubah status Palestina menjadi “negara non anggota PBB.” Abbas akan mengajukan permohonan itu pada hari ini, namun Abbas tampaknya tidak akan mengusulkan resolusi untuk voting.(WSP/AP/m10)