Halal Bi Halal dan Silaturrahmi Masyarakat Aceh Besar

Aceh Besar (Berita) : Dalam rangka memperkuat silaturrahmi dan persatuan antara masyarakat Kabupaten Aceh Besar, Forum Silaturrahmi Aceh Rayeuk mengadakan acara Halal Bi Halal yang sekaligus Silaturrahmi Masyarakat Aceh Rayeuk (Aceh Besar –red) di Masjid Jamik Babussalam Lamteungoh Kecamatan Ingin Jaya kabupaten setempat, Sabtu (22/09). Acara yang dilaksanakan atas gagasan Forum Silaturrahmi Masyarakat Aceh Rayeuk (FORSIAR) itu juga dirangkaikan dengan Peusijuk Kepala Pemerintahan Aceh, Aceh Besar, Kota Banda Aceh dan Sabang.

Pengamatan Berita  Kepala pemerintahan yang berkesempatan untuk mendapat peusijuk yang dilakukan oleh Pemangku Wali Nangroe Malik Mahmud Al Haythar, Ketua MAA Aceh H. Badruzzaman, SH  dan Sesepuh Aceh Besar Drs. Sanusi Wahab adalah Gubernur Aceh Zaini Abdullah, Bupati Aceh Besar Mukhlis Basyah, Wakil bupati Aceh Besar Samsulrizal, Walikota Banda Aceh Mawardi Nurdin, Walikota Sabang Zulkifli H. Adam dan Wakil walikota Sabang Nazaruddin. Sedangkan Wakil gubernur Aceh Muzakir Manaf dan Wakil walikota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal berhalangan hadir.

Sementara Gubernur Aceh, Zaini Abdullah dalam sambutannya pada acara tersebut mengatakan dengan acara seperti ini akan dapat mempererat hubungan dan menyatukan  antara pemerintah dengan rakyatnya, ” kita dapat saling kenal selain akan dapat terwujudnya hubungan harmonis antara sesama rakyat Aceh” kata Gubernur Zaini. Selain itu Gubernur yang katanya baru tiga  bulan dilantik ini, dihadapan ratusan masyarakat Aceh Besar  mengatakan,  untuk mewujudkan janjinya  yang tertuang dalam visi dan misinya saat mencalonkan diri sebagai Gubernur, ia sangat mengharapkan dan menunggu masukan  dari semua pihak.

Sedangkan Drs. Sanusi Wahab yang berbicara atas nama sesepuh Aceh Besar, pada acara tersebut sedikit mengupas sejarah antara Aceh Besar, Kota Banda Aceh dan Kota Sabang yang katanya mempunyai cikal bakal dan kepentingan yang satu dan saling keterkaitan. Karenanya kata mantan Bupati Aceh Besar itu antara Aceh Besar, Banda Aceh dan Sabang harus bisa bekerjasama dengan baik.

Sedangkan Pemangku Wali Nangroe Malik Mahmud Al Haythar, dalam amanat dan bimbingannya antara lain menyatakan keinginannya untuk membangun ekonomi masyarakat Aceh ke arah yang lebih baik, karenanya katanya ia sangat mengharapkan agar pemerintah serius dalam memperhatikan prasarana yang dibutuhkan oleh masyarakat Aceh yang kebanyakan petani.

Malik yang juga merupakan putra Aceh Besar kelahiran Singapura itu, juga sangat menginginkan kembalinya kejayaan Pelabuhan Sabang yang dulunya sangat ramai. Begitu pula kata anak mantan saudagar Aceh itu,  saudagar Aceh  dulunya sangat tangguh dengan beberapa perusahaan yang waktu itu sudah mampu membuka cabang di Singapura, harus bisa kita raih kembali karena katanya orang Aceh punya bakat dagang.

Sebelumnya ketua Panitia acara Ir. H. Nasruddin Daud, M.Sc melapurkan acara tersebut terlaksana atas upaya Forum Silaturrahmi Aceh Rayeuk (FORSIAR), sebuah lembaga non politis yang kini diketuai H. Darwis, SH. (mw)