3 Tahun Kasus Dugaan Korupsi Kabag Umum Masih Membeku

KUTACANE (Berita) : Kasus kas bon dana pengadaan tanah sejumlah Poskesdes tahun 2008. Dengan kerugian negara yang ditaksir hingga Rp 165 juta,dari jumlah anggaran pengadaan tanah poskesdes di Agara sebesar Rp 600 juta. Dalam kasus tersebut pihak penyidik Polres Agara telah menetapkan Kabag Umum Sekdakab Aceh Tenggara,Sukeri SH,menjadi tersangka.

Hal itu juga telah dibenarkan mantan Kapolres Agara terdahulu, AKBP Drs Arsyad, kepada sejumlah Wartawan,mengatakan,bahwa pihak penyidik polres Agara,memang telah menetapkan kabag Umum Sekdakab Agara,Sukeri SH, sebagai tersangka atas dugaan atau indikasi korupsi dana pengadaan tanah Poskesdes tahun 2008 sebesar Rp 165 juta.

Sementara itu,informasi lain yang dari pihak Kejari Kutacane yang diperoleh,Berita,bahwa memang benar Kabag Umum Sekdakab Agara,Sukeri SH,telah resmi menjadi tersangka atas dugaan kasus kasbon sebesar Rp 165 juta untuk pengadaan tanah Balai Benih Ikan (BBI) pada tahun 2010 lalu.

Terkait hal itu Ketua LSM GAKAG,Arapik Beruh,terkait mengambangnya kasus yang menjerat Kabag Umum Sekdakab Agara itu,mengakui bahwa terkesan pihak penegak hukum kurang begitu serius dalam menangani kasus tersebut apalagi menuntaskan kasus yang telah lama mencuat dan bahkan sempat menjadi perbincangan hangat di masyarakat Agara. Tapi sangat disayangkan hingga kini kasus yang berhubungan dengan masyarakat banyak itu, masih melayang tinggi di udara,tukas Arafik.

Pihaknya dan sejumlah LSM lainnya di Aceh Tenggara,meminta dan mendesak kembali pihak Polres Agara dan Kejari Kutacane,untuk dapat mengungkap dan menuntaskan kasus yang telah lama membeku di Kejari Kutacane tersebut. Janganlah segala dugaan tindak korupsi yang melibatkan pejabat teras di Pemkab Agara ini tidak diproses sesuai dengan prosedur hukum yang seharusnya,tendas Arafik seraya berharap agar pihak Polres Agara jangan hanya memberikan angin surga saja,tetapi tunjukan bukti kerja nyata bahwa keadilan dan supremasi hukum masih dapat ditegakan di Aceh Tenggara ini

Bupati LIRA Aceh Tenggara,Saleh Selian juga menyatakan,selama ini tidak ada efek jera bagi para pelaku yang melanggar hukum terutama yang tersandung dugaan kasus korupsi”kata Saleh. “Sepertinya penegakan hukum tidak berlaku adil lagi di Agara ini. Kami  berharap pihak penegak hukum tidak pandang bulu dalam menangani perkara hukum apa saja di Aceh Tenggara,terutama berbagai kasus dugaan korupsi yang mana para tersangkanya sudah ditetapkan,namun proses selanjutnya tak ada kejelasan” ujarnya

Bahkan kuat dugaan kasus kabag umum yang juga merupakan ipar H.Hasanuddin B itu,sudah ada aksi main mata antara pihak berwajib dan pihak terkait lainya,untuk tidak dilanjutkan ke meja hijau atau pengadilan. Sebab hal itu dapat dilihat dari perkembangan kasus tersebut,yang sudah cukup lama hingga hampir 3 tahunan tak berhasil dituntaskan pihak penegak hukum yang ada di Agara ini,ungkap Saleh.

Sementara itu,Kajari Kutacane,Taufik Hidayat,SH,saat dihubungi,Berita,Kamis (20/09) mengatakan,bahwa benar Sukeri yang menjabat sebagai Kabag Umum Sedakab Agara itu sudah ditetapkan sebagai tersangka,namun berkas belum lengkap,dan kini pihaknya melalui Kasi Pidsus yang baru akan kembali mempelajari serta meneliti kembali berkas dari penyidik Polres yang telah diterima pihaknya,apa sudah lengkap untuk di P21 atau berkas belum lengkap.

Selain kasus pengadaan tanah poskesdes,Taufik menegaskan akan berupaya untuk menuntaskan berbagai kasus yang sudah diterima pihaknya termasuk kasus pengadaan multhi chanel dan kasus di Dinas Perindag Agara pengadaan alat pemecah kakao serta sejumlah kasus dugaan korupsi lainnya yang terjadi di Agara,jelasnya. (aie/jp)