Sudan Seru Protes Massal Terhadap Film Anti-Islam

Khartoum ( Berita ) :  Para ulama Islam pendukung negara di Sudan Kamis menyerukan protes massal setelah shalat Jumat berkaitan film merendahkan Nabi Muhammad SAW dari Amerika Serikat yang memicu unjuk rasa di sejumlah negara. Satu kelompok Islam di negara itu juga mengancam akan menyerang Kedutaan AS.

Protes-protes atas film, yang menggambarkan Nabi sebagai peleceh wanita dan  agama palsu, telah menyebar ke beberapa negara setelah demonstran Mesir memanjat dinding kedutaan AS di Kairo pada Selasa dan merobohkan bendera Amerika.

Kementerian Luar Negeri Sudan juga mengkritik Jerman yang mengizinkan satu protes bulan lalu oleh aktivis sayap kanan dengan membawa karikatur Nabi, dan Kanselir Angela Merkel karena dia

memberikan penghargaan pada tahun 2010 untuk seorang kartunis Denmark yang menggambarkan Nabi pada tahun 2005 dan memicu demonstrasi di seluruh dunia Islam.

Presiden Omar Hassan al-Bashir berada di bawah tekanan kelompok-kelompok Islam yang merasa pemerintah telah menyerahkan nilai-nilai keagamaannya pada kudeta Islam 1989.

Lembaga resmi ulama Islam menyerukan untuk setia membela Nabi secara  damai, tetapi pada pertemuan para tokoh, beberapa pemimpin mengatakan mereka akan berunjuk rasa ke kedutaan besar Jerman dan AS  menuntut agar para duta besar itu diusir.

“Kami memiliki 5.000 masjid di Khartoum dengan dua juta orang …menghadiri shalat Jumat,” kata Salah el-Din Awad, sekretaris umum lembaga ulama di  Khartoum. “Besok kita semua akan keluar untuk membela Nabi Muhammad SAW…

Kami akan melakukan hal ini secara damai, tetapi dengan kekuatan,” katanya kepada wartawan setelah bertemu dengan para pejabat pemerintah, Kamis.

Kementerian Luar Negeri mengatakan dalam pernyataan: “Kanselir Jerman sayangnya menyambut pelanggaran ini, yang bagi Islam jelas pelanggaran terhadap semua makna koeksistensi keagamaan dan toleransi antar agama.”

 

Ancaman

Para pejabat pada Kedutaan AS mengatakan, kelompok Islam melakukan aksi-aksi protes kecil pada Rabu di depan gedung kedutaan, yang terletak di luar Khartoum untuk alasan keamanan.

Menlu AS Hillary Clinton mengatakan Washington tidak ada hubungannya dengan film kasar yang disiarkan di Internet, yang dia sebut “menjijikkan dan tercela”.

Empat pejabat AS, termasuk duta besar untuk Libya tewas di Benghazi pada Selasa setelah protes atas film di konsulat AS memanas. Demonstran Yaman menyerbu kompleks Kedutaan AS di Sanaa pada Kamis.

Ikhwanul Muslimin Mesir, partai politik yang mendorong Presiden Muhammad Moursi ke kekuasaan, juga telah menyerukan demonstrasi damai nasional pada  Jumat.

Kementerian Luar Negeri Sudan tidak menyebutkan kematian diplomat AS di Libya, tetapi mendesak umat Islam untuk tidak menyerang siapa pun. “Besok kita akan pergi dulu ke kedutaan Jerman dan kemudian keKedutaan Amerika,” kata Mohammed Ali Gezali, kepala kelompokyang menyatakan ingin melindungi Nabi Muhammad.

“Kami menuntut duta besar Jerman dan Amerika diusir,” katanya, sementara pendukungnya meneriakkan “Allahu Akbar”. Pembicara lain, Sheikh Nasser dari Hizbut Tahrir garis keras al-Tahrir  al-Islami (Partai Pembebasan Islam), meminta umat Islam untuk menyerang dua kedutaan itu  – serta presiden istana jika mengizinkan para duta besar itu  tinggal di negara itu.

Sudan digunakan sebagai tempat tinggal para gerilyawan terkemuka di tahun 1990-an, seperti Osama bin Laden, tetapi pemerintah telah berusaha untuk menjauhkan diri dari radikalisme untuk memperbaiki hubungan dengan Barat. Washington telah menjatuhkan sanksi tegas terhadap perdagangan Sudan  dan para pejabat AS sering mengkritik catatan hak asasi manusia Khartoum. (ant/rtr )

You must be logged in to post a comment Login