Islamabad ( Berita ) : Parlemen Pakistan, Kamis (13/9), mengutuk keras peluncuran video klip buatan AS yang membuat marah umat Muslim karena menghujat Nabi Muhammad SAW, dan meminta pemerintah untuk menyampaikan perasaan mereka ke PBB agar melakukan tindakan terhadap pembuatnya.
Para anggota Parlemen juga menuntut Amerika Serikat menghukum semua orang yang terlibat dalam pembuatan film tersebut, yang telah menyakiti hati jutaan orang Muslim di seluruh dunia. Menteri Kehakiman Farooq H. Naek menyampaikan resolusi ke Majelis Nasional, atau Majelis Rendah Parlemen, dan didukung oleh oposisi.
“Peristiwa tersebut sangat melukai perasaan orang Pakistan dan umat Muslim di seluruh dunia,” kata resolusi itu.
Film tersebut, yang diposting di YouTube, telah memicu pengutukan luas di seluruh dunia Muslim, yang juga mengakibatkan tewasnya Duta Besar AS untuk Libya Christopher Stevens dalam serangan terhadap misi diplomatik Amerika di Benghazi. Ratusan pemrotes, yang marah oleh film tersebut, menerobos ke dalam bangunan Konsulat AS di Benghazi pada Selasa malam (11/9), dan membakar bangunan itu.
Film tersebut membuat marah masyarakat Muslim di seluruh dunia dan terutama memicu protes serta serangan terhadap misi diplomatik AS di Mesir dan Libya.
Tekanan meningkat terhadap pemerintah AS agar tampil dengan sikap jelas terhadap pembuat film itu, demikian laporan IRNA –yang dipantau ANTARA di Jakarta, Jumat siang.
“Parlemen percaya tindakan semacam itu, sejalan dengan peringatan peristiwa seperti 11/9, memicu kebencian, ketidak-sepakatan dan permusuhan di kalangan pemeluk berbagai kepercayaan,” demikian isi resolusi Parlemen Pakistan tersebut.
Majelis Nasional bertekad bahwa Pakistan adalah pengusul kuat keharmonisan antar-pemeluk agama dan percaya semua bentuk fanatisme harus ditentang.
Ketika berbicara mengenai masalah tersebut, Menteri Urusan Produksi Pertahanan Bahadur Khan Sehar mengatakan keharmonisan antar-umat beragama penting bagi hidup berdampingan di dunia dan seluruh negara di dunia harus mencegah kekerasan semacam itu. (ant/Iran/Oana )
You must be logged in to post a comment Login