Penduduk Miskin Pesisir 7,87 Juta Orang

Jakarta ( Berita ) :  Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Kebijakan Publik Victor Nikijuluw mengatakan saat ini jumlah penduduk miskin di daerah pesisir mencapai 7,87 juta orang.

“Jumlah itu berarti 25,14 persen dari total penduduk miskin nasional yang mencapai 31,02 juta orang. Karena itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memiliki program peningkatan kehidupan nelayan,” kata Victor Nikijuluw di Jakarta, Rabu [12/09].

Victor menjadi salah satu pembicara pada Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-89 Tahun 2012 di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta Pusat.

Dia berharap program TMMD bisa membantu program peningkatan kehidupan nelayan yang sudah dicanangkan Kementerian Kelautan dan Perikanan. “Program peningkatan kehidupan nelayan memang harus dilaksanakan melalui kerja sama dengan institusi lain, seperti TNI dan Kementerian Perumahan Rakyat,” katanya.

Dia mengatakan salah satu program peningkatan kehidupan nelayan adalah pembuatan rumah sangat murah, yang harus menggandeng Kementerian Perumahan Rakyat.

“Selain itu, program peningkatan kehidupan nelayan adalah pengadaan pekerjaan alternatif dan tambahan bagi keluarga nelayan, angkutan umum murah dan pembangunan fasilitas sekolah serta puskesmas,” paparnya.

Sedangkan untuk membantu usaha nelayan dalam penangkapan dan budidaya perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan juga memprogramkan skema kredit usaha dan fasilitas bank rakyat. “Untuk menunjang usaha mereka, juga perlu dibangun stasiun pengisian bahan bakar solar dan ‘cold storage’ (tempat penyimpanan berpendingin),” ujarnya.

Sementara itu, Asisten Teritorial KSAD Mayjen Thomas Edy Widagdo yang memimpin acara rakornis mengatakan program TMMD bukan hanya domain TNI saja, tetapi milik seluruh masyarakat Indonesia. “Mari kita satukan tekad demi percepatan pembangunan nasional,” ujarnya.

Program TMMD ke-89 Tahun 2012 akan dilaksanakan di seluruh Indonesia pada 10 hingga 30 Oktober 2012. Rakornis diadakan sebagai langkah koordinasi dan diskusi untuk memetakan kendala dan mencari solusi yang terbaik dengan melibatkan berbagai pihak. Acara itu dibuka oleh KSAD Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo dan Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo.  ( ant )