Presiden: Jaga Kesehatan Fiskal Dalam Ketidakpastian Global

Jakarta ( Berita ) :  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan kesehatan fiskal perlu dijaga di tengah-tengah ketidakpastian lingkungan ekonomi global.

“Kita semakin tertantang untuk mampu menjaga kesehatan fiskal, keseimbangan antara kebijakan fiskal yang mampu memberikan stimulus pembangunan sekaligus mengedepankan semangat kehati-hatian (prudent) perlu dilakukan,” kata presiden, dalam pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia dalam Rangka HUT Ke-67 Proklamasi Kemerdekaan RI di Gedung DPR Jakarta, Kamis [16/08] .

Menurut presiden, rasio defisit anggaran terhadap total PDB, perlu dijaga pada tingkat yang aman. Selain itu, upaya peningkatan kualitas belanja negara terus dilakukan  baik melalui upaya efisiensi, menjamin kelancaran penyerapan anggaran, dan penghilangan sumber-sumber kebocoran anggaran.

“Saya perlu menekankan tentang perlunya kita memiliki kebijakan fiskal yang sehat. Krisis yang terjadi di banyak negara maju utamanya disebabkan oleh keadaan fiskal mereka yang tidak sehat,” katanya.

Defisit tinggi, lanjutnya, demikian pula rasio utang terhadap PDB. “Mari kita cegah keadaan fiskal kita menjadi tidak sehat dan rapuh sebagaimana yang dialami oleh banyak negara,” katanya.

Presiden mengatakan persoalan angka subsidi yang terlalu besar juga mengurangi ruang gerak anggaran Indonesia (fiscal space).

“Marilah dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab, serta untuk membuat semakin  sehatnya perekonomian kita. Kita tata kembali besaran subsidi kita, sehingga akhirnya subsidi itu menjadi tepat sasaran dan tepat jumlah,” katanya.

 

IMF Kini Ke Indonesia Untuk Konsultasi

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan dana moneter internasional “International Monetary Fund” (IMF) yang sempat memberikan pinjaman kepada Indonesia pada 1998, kini justru datang untuk berkonsultasi kepada Indonesia dalam mengatasi krisis global.

“Kini, di saat ekonomi negeri kita terus tumbuh, IMF datang  bukan untuk menawarkan pinjaman, tetapi untuk berkonsultasi dan bertukar pikiran dengan Indonesia dalam mengatasi krisis global yang terjadi saat ini,” kata Presiden saat membacakan Pidato Kenegaraan Presiden RI dalam rangka HUT ke-67 Proklamasi Kemerdekaan RI di Gedung DPR Jakarta, Kamis.

Hal itu, menurut Presiden, membuktikan bahwa Indonesia sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulut sudah semakin diakui keberadaannya dan dapat berdiri tegak di kancah internasional.

Padahal, kata dia, 14 tahun lalu saat Indonesia dihantam krisis moneter yang hebat, IMF datang memberikan pinjaman yang justru mempersulit keadaan ekonomi.

“Masih segar dalam ingatan kita, 14 tahun yang lalu di tengah badai krisis yang amat berat, IMF datang memberikan pinjaman dengan persyaratan yang justru menambah sulit keadaan perekonomian kita,” ujarnya.

Tidak hanya IMF, lebih jauh berbagai inisiatif dan pemikiran yang Indonesia ajukan dalam merespon dinamika internasional, semakin didengar dan diperhitungkan. “Atas berbagai permasalahan dunia, semakin sering kita dimintai pendapat; ‘What does Indonesia think’,” katanya.

Presiden menegaskan, Indonesia tidaklah diam dalam menyikapi berbagai tantangan global dan regional dewasa ini.Justru, kata dia, Indonesia telah dan akan terus berkontribusi nyata kepada dunia. “Kita  terus berkiprah dalam berbagai organisasi internasional dan menjadi bagian dari solusi–part of the solution–,” tukasnya.

Indonesia juga terus menunjukkan komitmen untuk memajukan kepentingan negara-negara berkembang di forum G-20, selain terus mendorong koordinasi G-20 bagi terciptanya keamanan pangan dan energi, pembangunan infrastruktur, proteksi sosial, finansial inclusion, perdagangan yang adil, dan penciptaan lapangan kerja.

 

 

Usulkan “Sustainable Development Goals”

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengusulkan, konsep agenda pembangunan dunia baru “sustainable developement goals” atau tujuan pembangunan berkelanjutan untuk melanjutkan agenda “millenium development goals” pasca-2015.

“Melalui forum ini, dan dalam kapasitas Indonesia sebagai ketua bersama, kita akan menyumbangkan pikiran dan pandangan kita dalam merumuskan konsep dan agenda pembangunan dunia yang baru, yaitu ‘sustainable development goals’ (SDGs), sebagai kelanjutan MDGs,” kata Presiden dalam Pidato Kenegaraan RI menyambut HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-67 di Gedung DPR, Jakarta, Kamis.

Presiden mengatakan, Sekjen PBB telah menunjuk Presiden Republik Indonesia, Perdana Menteri Inggris, dan Presiden Liberia sebagai “Co-Chairs of the UN High-Level Panel of Eminent Persons on Post-2015 Development Agenda”.

Presiden mengatakan, Indonesia dalam Forum KTT Rio+20, juga telah menyampaikan “platform” pembangunan pasca 2015.

Pembangunan berkelanjutan yang berkeadilan, menurut Presiden, akan memastikan tercapainya kesejahteraan dan kemakmuran bagi seluruh umat manusia tanpa merusak lingkungan.

Sementara itu, Presiden mengatakan, sebagai salah satu anggota G-20, Indonesia senantiasa memberi dukungan pada upaya bersama untuk mencapai pertumbuhan global yang makin kuat, berimbang, inklusif, dan berkelanjutan.

“Kita juga terus menunjukkan komitmen untuk memajukan kepentingan negara-negara berkembang di Forum G-20. Kita terus mendorong koordinasi G-20 bagi terciptanya keamanan pangan dan energi, pembangunan infrastruktur, proteksi sosial, ‘financial inclusion’, perdagangan yang adil, dan penciptaan lapangan kerja,” kata Presiden.

 

Krisis Global

Presiden dalam kesempatan tersebut juga menyatakan, dalam menyikapi krisis ekonomi global dalam kerangka G-20, Indonesia mendorong adanya  keterkaitan di tiga arena di lingkup nasional,  kawasan, dan global.

Dalam lingkup nasional, masing-masing negara harus berupaya menyehatkan perekonomiannya. Sedangkan di kawasan Zona Eropa, diharapkan segera terdapat solusi atas krisis ekonomi.

Sementara itu, kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur diharapkan mampu menjadi penopang pertumbuhan ekonomi dunia.

“Dalam lingkup global, tentu  diperlukan kerjasama kolektif, kebijakan yang tepat, didorong oleh perdagangan dan investasi, serta penguatan sektor keuangan secara seksama,” katanya.  (  ant )

You must be logged in to post a comment Login