Jakarta ( Berita ) : Pemerintah telah menggulirkan berbagai program guna mengentaskan angka kemiskinan di Tanah Air melalui empat klaster yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan taraf hidup masyarakat secara adil dan merata.
“Untuk mengentaskan kemiskinan, pemerintah telah menggulirkan program melalui empat klaster,” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat membacakan Pidato Kenegaraan Presiden RI dalam rangka HUT ke-67 Proklamasi Kemerdekaan RI di Gedung DPR Jakarta, Kamis [16/08].
Presiden memaparkan, klaster pertama berupa bantuan langsung Raskin (beras untuk rumah tangga miskin), BOS (bantuan operasional sekolah) dan Program Keluarga Harapan.
Sedangkan klaster kedua adalah mengembangkan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri, dan klaster ketiga adalah program berbasis usaha kecil, mikro, dan menengah melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Corporate Social Responsibility (CSR).
Terakhir, klaster keempat untuk mengentaskan kemiskinan melalui program rumah murah, angkutan umum murah, air bersih dan listrik yang makin merata, serta peningkatan kehidupan nelayan dan masyarakat miskin di perkotaan.
“Pemerintah juga terus memikirkan dan mengupayakan peningkatan kesejahteraan para buruh, baik menyangkut upah yang makin layak maupun bentuk-bentuk kesejahteraan yang lain. Kita ingin dunia usaha makin tumbuh dan berkembang, dan pertumbuhan itu juga membawa serta peningkatan bagi kesejahteraan para buruhnya,” katanya.
Oleh karena itu, ujar Presiden, keterpaduan dan kerjasama tripartit perlu terus didorong dan dihidupkan.
Ia juga mengingatkan bahwa keberlanjutan pembangunan untuk semua, manusia dan lingkungan hidup, telah menjadi komitmen warga dunia sehingga Indonesia juga telah berkomitmen melakukan pengurangan emisi gas rumah kaca secara sukarela sebesar 26 persen dari proyeksi emisi tahun 2020.
“Sebagai penjabaran dari komitmen itu, Pemerintah menerbitkan Rencana Aksi Nasional untuk pengurangan Gas Rumah Kaca (RAN-GRK), yang kita lakukan di lima sektor utama yaitu kehutanan dan lahan gambut, pertanian, energi dan transportasi, industri, dan limbah,” kata Yudhoyono.
Selain itu, lanjutnya, untuk meningkatkan daya dukung lingkungan telah dilakukan penanaman satu milyar pohon setiap tahunnya.
Seluruh hal tersebut, kata Presiden, menunjukkan bahwa sesungguhnya ukuran keberhasilan pembangunan yang diinginkan adalah dengan meningkatkan kualitas dan taraf hidup masyarakat secara lebih adil dan merata.
Untuk itu, Presiden mengemukakan agar harus diperbanyak peluang bagi rakyat untuk memiliki pekerjaan tetap dengan penghasilan yang memadai bagi diri dan keluarganya, serta dapat menikmati akses kelistrikan, air bersih, dan perumahan yang nyaman, aman, dan sehat.
“Anak-anak dan remaja kita tumbuh sehat dan cerdas. Lingkungan hidup kita senantiasa asri dan lestari. Itulah Indonesia yang ingin kita bangun. Itulah Indonesia yang ingin kita wariskan kepada anak cucu kita,” katanya. (ant )
You must be logged in to post a comment Login