Presiden : Dua Tujuan Utama Program Perbankan Pemerintah

Jakarta ( Berita ) :  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengungkapkan bahwa tujuan utama program perbankan dari  pemerintah adalah untuk menggerakkan usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan mengembangkan ‘financial inclusion’ atau keuangan untuk semua.

“Dengan menggerakkan UMKM, perbankan telah menjalankan fungsinya untuk mensejahterakan rakyat, mengurangi kemiskinan dan jarak antara yang kaya dan misin,” kata Yudhoyono saat rapat koordinasi dengan perbankan mengenai Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan perbankan di Jakarta, Jumat [10/08].

Berkaitan dengan fungsi ini, Presiden menjelaskan bahwa KUR adalah usaha yang dilakukan pemerintah untuk menggerakkan perekonomian melalui institusi perbankan.

KUR sendiri adalah dana dari pemerintah yang disalurkan oleh sejumlah bank milik untuk masyarakat yang membutuhkan modal usaha namun tidak mempunyai agunan.

“Yang kedua, pemerintah menginginkan agar dunia perbankan bisa mengembangkan ‘finansial inclusion’ atau saya terjemahkan sebagai keuangan untuk semua,” kata Yudhoyono.

Yudhoyono menegaskan bahwa seluruh rakyat Indonesia harus punya akses untuk perbankan, termasuk yang berpenghasilan rendah.

Dia menjelaskan, rakyat miskin yang tidak mempunyai akses ke perbankan seringkali khawatir dengan masa depannya. “Tidak adil bagi mereka (rakyat miskin) untuk khawatir akan masa depan sementara Indonesia sudah menjadi anggota Group of 20 (G20),” kata Yudhoyono.

Data dari Deputi Gubernur Bank Indonesia Ronald Waas menunjukkan bahwa hanya 20 persen masyarakat Indonesia yang mempunyai akses terhadap perbankan.

Di forum internasional sendiri, Presiden sering mengingatkan lembaga keuangan internasional seperti Bank Dunia dan International Monetary Fund untuk memperhatikan isu ‘financial inclusion’ ini.

“Jangan hanya memikirkan stabilitas finansial global, tapi juga perhatikan sistem keamanan sosial pengurangan disparitas antara yang kaya dan miskin,” kata Yudhoyono.  (ant )