Banda Aceh ( Berita ) : Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Provinsi Aceh agar berani mengundang investor perikanan ke daerah itu, karena potensi yang begitu besar, namun belum digali secara maksimal.
Konsultan Forum daerah Usaha Kecil Menengah (Forda-UKM) Abdya Mus Mulyadi Lingga di Banda Aceh, Jumat [ 10/08] menyatakan, kawasan laut di Abdya memiliki potensi yang luar biasa, bahkan pasokan kebutuhan ikan untuk jenis tertentu berasal dari daerah ini sudah memasuki pasar Sumatra Utara.
Namun, katanya, potensi yang sangat besar tersebut belum mampu dikelola secara maksimal. Oleh karenanya, ia berharap Pemkab Abdya dapat menjaring investor agar semua potensi perikanan tersebut dapat membawakan peningkatan perekonomian bagi masyarakat dan juga daerah.
“Sejauh ini, kita melihat potensi perikanan Abdya masih belum digarap secara maksimal, padahal potensinya sangat luar biasa, jika memang Pemkab belum mampu mengelolanya, sebaiknya ajak dan gandeng investor agar bisa memasarkan dan mengangkat potensi tersebut, dan lebih baik lagi jika investor tersebut memiliki level international,” ujarnya.
Menurut Mus Mulyadi, beberapa negara maju di bidang perikanan seperti Jepang, Taiwan, Australia dan Thailand sangat memungkinkan untuk digandeng dalam rangka menjaring investor di bidang perikanan tersebut. Untuk menggaet investor, menurut dia, Pemkab Abdya harus terlebih dulu menyiapkan perencanaan desain serta data potensi yang faktual, sehingga bisa ditawarkan ke para investor.
“Jadi tidak bisa hanya dengan berkoar-koar bahwa kita punya banyak potensi, tetapi tidak mampu memperlihatkan apa potensi yang mampu menarik minat investor tersebut. Namun yang paling penting adalah bagaimana meyakinkan para investor tersebut aman dan nyaman berinvestasi di Abdya, karena selama ini menjadi kendala dan kelemahan utama di daerah,” ujarnya.
Ditambahkan, Pemkab Abdya sejauh ini dinilai belum memiliki “team ekonomi” yang tangguh untuk mengangkat pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di kawasan pesisir pantai yang masih berada jauh di bawah garis kemiskinan.
Ungkapan senada juga dilontarkan aktivis LSM di Abdya, TM Daud Yuska dari Gardamadina Institute. Menurut dia, investasi di bidang perikanan saat ini dinilai sudah harus segera dilakukan pemerintah.
Ia menyatakan, program perikanan dan kelautan di Abdya selama masa kepemimpinan Bupati sebelumnya Akmal Ibrahim juga gagal dan lebih bersifat “seremonial” yang belum menyentuh aspek perekonomian masyarakat.
Sehingga, katanya, sepatutnya harus segera dilakukan evaluasi untuk menentukan prioritas program ke depan.
“Bisa kita katakan bahwa di bidang perikanan dan kelautan, Pemkab Abdya belum mampu memperlihatkan hasil yang siginifikan, selain hanya bisa memberikan bibit ikan dari hasil pengelolaan di BBI Kuala Batee, selain itu nyaris belum ada hasil yang menggembirakan,” tutur Daud Yuska.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Abdya Azwar MR mengatakan pihaknya hingga saat ini tidak diam mematung dalam membawa perubahan daerah khususnya di bidang perikanan. “Banyak hal yang sudah diperbuat, hanya saja perubahan dimaksud tidaklah bersifat instant. Semuanya butuh proses dan waktu,” kata Azwar. (ant )
You must be logged in to post a comment Login