MEDAN (Berita) : Kepala Perwakilan BKKBN Sumut, Drg Widwiono MKes, mengatakan, hingga Juni 2012, tercatat sebanyak 194.237 akseptor peserta KB baru atau 50,2 persen dari PPM sebesar 387.309 akseptor. “Sedangkan, peserta KB yang telah berhasil dibina (peserta KB aktif) tercatat sebanyak 1.457.908 akseptor atau 67,9 persen dari jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) yaitu 2145921 pasangan,” paparnya saat membuka Rapat Telaah Pembangunan Kependudukan dan KB Tingkat Propinsi sumut, Tahun 2012, Rabu (8/8) di Madani Hotel Medan.
Widwiono menjelaskan masalah kependudukan di Indonesia salah satunya adalah jumlah penduduk yang besar dan distribusi yang tidak merata. Masalah lain yang lebih spesifik adalah permasalahan angka fertilitas dan angka moralitas yang relatif tinggi.
“Kondisi ini dianggap tidak menguntungkan dari sisi pembangunan ekonomi, sebab akan mempengaruhi kualitas penduduk. Dengan demikian angka pertumbuhan penduduk yang tinggi tanpa dibarengi dengan percepatan pertumbuhan ekonomi yang memadai akan menimbulkan kemiskinan dan keterbelakangan,” sebut Widwiono.
Menurutnya, kondisi ini harus juga seimbang dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi tanpa diimbangi dengan pengendalian jumlah penduduk, akan tidak banyak bermanfaat dalam peningkatan kesejahteraan rakyat.
Dipaparkan Widwiono, pelaksanaan program Kependudukan dan KB nasional berdasarkan dengan UU No 52/2009 tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga yang menyatakan pelaksanaan program pengendalian penduduk dan keluarga berencana harus dilaksanakan dengan meningkatkan partisipasi oleh segala pihak.
“Untuk itu, pembaharuan kerjasama dibutuhkan sebagai wujud dari kemitraan dengan berbagai unsur penyelenggaraan negara dan pemerintah baik pusat maupun daerah serta pihak swasta, LSM, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan untuk meningkatkan peran serta dalam program pembangunan kependudukan dan KB di tengah masyarakat,” ucapnya.
Menurutnya, rapat telaah program Kependudukan dan KB perlu dilakukan untuk mengevaluasi pelaksanaan program KB pada semester I dan menyusun kegiatan/operasional pada semester II tahun 2012 serta untuk mencari dan menyepakati solusi-solusi yang tepat terhadap masalah-masalah yang ditemui pada semester I lalu.
“Diharapkan dapat memperkuat komitmen dengan stakeholder dalam pelaksanaan program kependudukan dan KB Nasional di Sumut dan Kab/kota, sehingga target untuk menurunkan Total Fetility Rate (TFR) dan meningkatkan kesejahteraan keluarga dapat terwujud di Sumut,” katanya sembari berharap melalui rapat ini, akan dapat dirumuskan secara bersama-sama langkah operasional yang tepat untuk menyelesaikan sasaran pada semester II tahun ini. (don)
You must be logged in to post a comment Login