Mesir Tutup Terowongan Ke Gaza

Rafah, Mesir ( Berita ) – Mesir mulai menutup terowongan penyelundupan ke dalam Jalur Gaza, Selasa (7/8), dua hari setelah beberapa pria bersenjata menembak hingga tewas 16 penjaga perbatasan Mesir, dalam serangan yang sebagian diduga dilakukan gerilyawan Palestina.

Kerumunan orang yang marah menangis saat pemakaman militer penjaga yang terbunuh di Kairo, setelah serangan paling mematikan di sepanjang perbatasan tegang di Semenanjung Sinai, Mesir, dengan Israel dan Jalur Gaza dalam beberapa dasawarsa.

Kondisi tak terjangkau hukum di gurun tandus telah menyebar sejak jatuhnya presiden Hosni Mubarak dalam aksi perlawanan 18 bulan lalu dan terpilihnya penggantinya, tokoh Ikhwanul Muslimin yang komitmennya pada kerja sama keamanan dengan Israel belum teruji.

Seorang wartawan Reuters –yang dipantau ANTARA di Jakarta, Rabu siang– mengatakan peralatan berat dikerahkan ke terowongan di wilayah Mesir. Terowongan tersebut digunakan untuk menyelundupkan orang ke dan dari Jalur Gaza, selain makanan dan bahan bakar dan menjadi urat nadi kehidupan bagi penduduk wilayah sempit itu.

“Aksi tersebut bertujuan menutup semua tempat terbuka antara Mesir dan Jalur Gaza, yang digunakan untuk operasi penyelundupan,” kata sumber keamanan itu.

Pasukan keamanan Mesir, Selasa, menyerbu beberapa rumah warga negara Mesir di Kota Al-Arish, Sinai utara. Mereka diduga memiliki hubungan dengan kelompok fanatik dan ditahan selama menunggu penyelidikan, kata beberapa sumber keamanan di Sinai.

Di kota kecil tersebut, beberapa warga Palestina yang tak memiliki izin resmi untuk memasuki Mesir juga diciduk dan dibawa ke kantor polisi untuk ditanyai, kata sumber itu.

Pemerintah di Kairo menyatakan beberapa pria bersenjata yang berada di belakang serangan Ahad (5/8) telah sampai ke Mesir melalui terowongan penyelundupan Jalur Gaza.

Israel menyatakan kelompok fanatik Palestina telah menyeberang dari Jalur Gaza ke dalam wilayah Mesir dan memanfaatkan kevakuman keamanan di sana dengan berkomplot dengan gerilyawan garis keras setempat. Tujuannya ialah “menyerang perbatasan panjang Israel” yang membujur ke selatan sampai Laut Merah.

Gerilyawan fanatik yang berpusat di Sinai dan berikrar akan menghancurkan Israel telah berulangkali menyerang pipa saluran gas ke negara Yahudi itu serta pos pemeriksa keamanan dan kantor polisi Mesir. Delapan orang Yahudi telah tewas dalam serangan perbatasan dalam satu tahun belakangan.

Presiden baru Mesir Mohamed Moursi segera berjanji akan kembali menguasai wilayah tersebut di bawah kendali pemerintah setelah serangan Ahad, yang terburuk sejak Mesir menandatangani kesepakatan perdamaian dengan Israel pada 1979, sehingga mengakhiri perang yang berlarut-larut.

Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan Ahad, Militer Mesir menyatakan 35 gerilyawan terlibat dan bom mortir yang ditembakkan dari Jalur Gaza mendarat di daerah tersebut selama operasi itu. (ant/rtr )

 

You must be logged in to post a comment Login