ITM Buka Puasa Bersama Anak Yatim

MEDAN (Berita): Puasa merupakan bagian dari ibadah yang harus dilaksanakan oleh umat Islam dalam menegakkan agama, sesudah pernyataan imannya. Konsekuensi beriman antara lain melaksanakan perintah puasa. Betapa pentingnya berpuasa sehingga Allah menempatkan posisi hamba-Nya yang berpuasa dengan posisi yang istimewa.

Hal tersebut disampaikan Rektor Institut Teknologi Medan (ITM) Prof DR Ilmi Abdullah MSc dalam sambutannya pada acara buka puasa bersama para pembantu rektor, dekan, civitas akademika dan anak yatim di Aula Kampus ITM Jalan Gedung Arca Medan, Jum’at (3/8).

Lebih lanjut disebutkannya buka puasa ini yang digelar saat ini sangat baik untuk melaksanakan ibadah, baik itu ibadah vertikal yaitu hubungan dengan Allah dengan horizontal yang berkaitan dengan manusia.

Selain sarana ibadah sebut Ilmi Abdullah buka puasa bersama ini dilaksanakan untuk meningkatkan tali silaturrahmi diantara rektor, pembantu rektor, dekat dan segenap civitas akademika yang ada di Kampus ITM.

Disebutkannya, manfaat puasa bagi hubungan sosial. Dalam mengajarkan nilai ibadah itu adalah terwujudnya keseimbangan antara cinta kepada Allah dan cinta kepada manusia. Demikian juga nilai ibadah puasa, tidak hanya terjalinnya hubungan yang semakin dekat kepada Allah, tetapi juga semakin dekat dengan sesamanya.

“Makin seringnya beribadah bersama, bersama keluarga, tetangga, dan masyarakat sekeliling, maka makin kenal akan sesamanya, makin menyadari kebutuhan hidup bermasyarakat. Makin timbul keinginan berbagi rahmat bersama-sama di dunia dan makin ingin bersama-sama masuk surga,” ujar Ilmi Abdullah.

Sementara Ustadz Drs Yahya Tambunan menyebutkan hakikat Bulan Ramdhan adalah fitrah. Untuk mencapai fitrah sangat berat diantaranya memberi shadaqah kepada anak yatim dan janda miskin. Karena anak yatim tidak berhak atas zakat fitrah maupun harta, tapi harus disantuni dalam menjalani kehidupannya sehari-hari.

“Jadi untuk membantu anak yatim dan janda miskin, kita tidak harus memberinya zakat tapi mendirikan rumah zakat. Hasil dari rumah zakat tersebut dibentuk suatu badan usaha yang hasilnya nantinya diberikan kepada anak yatim dan janda miskin dalam bentuk santunan secara berkesinambungan.

Kalau hanya memberi zakat fitrah 2,7 kg beras kepada mereka, tidak akan dapat menopang kehidupan mereka selanjutnya. Tapi dengan memberi santunan melalui hasil usaha tersebut akan menjamin kelangsungan kehidupan mereka ke depan,” ujar Yahya Tambunan.

Untuk meraih fitrah, sebut Yahya, hati dan batin harus bersih dari segala dosa, ada 3 macam dosa yang tidak dapat diampuni dengan puasa yaitu dosa kepada jiran tetangga, dosa istri kepada suami dan dosa anak kepada orang tua. Agar ketiga dosa tersebut dapat diampuni, sebelum melaksanakan ibadah puasa hendaknya kita dapat saling bermaaf-maafan kepada orang tua, suami/istri dan tetangga.

“Untuk itu di bulan Ramadhan ini selain hubungan dengan Allah, hubungan horizontal dan vertital harus diperbaiki,” tegasnya. Ditempat terpisah Kahumas ITM M Vivahmi Manafsah SH MSi menyebutkan buka puasa bersama yang digelar saat ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahunnya di Kampus ITM.

“Selain untuk berbagi rasa kepada para anak yatim, kegiatan buka puasa ini juga untuk lebih meningkatkan jalinan tali silaturrahmi diantara pihak rektorat dan civitas akademika di Kampus ITM,” ujar Vivahmi. Acara buka puasa bersama diwarnai dengan pemberian bingkisan dan santunan kepada anak yatim. (aje)