Sambut Bulan Ramadhan Pujakesuma Kenduri Punggahan

SERAHKAN SANTUNAN: Ketua PKB Pujakesuma Kota Medan Drs Hendra DS menyerahkan santunan kepada puluhan anak yatim di sela Kenduri Punggahan menyambut puasa Ramadhan 1433 Hijriah di Lapangan Bola Jalan Air Bersih Medan, Selasa malam (17/7). ( Berita Sore/ist)

Medan ( Berita ) : Menyambut bulan puasa Ramadhan 1433 Hijriah, Paguyuban Keluarga Besar (PKB) Pujakesuma menggelar Kenduri Punggahan di Lapangan Bola Jalan Air Bersih Medan, Selasa (17/7).

Kenduri Punggahan tersebut ditandai pembacaan tahlil tahtim dan do’a, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, makan bersama (ambengan), penyerahan santunan kepada anak yatim serta ceramah agama disampaikan Al-Ustadz Drs. H. M. Fadli Said, MA.

Hadir saat itu Ketua Dewan Pembina Pengurus Pusat PKB Pujakesuma H Kasim Siyo MSi bersama Wakil Ketua Prof Darmono MEd, Penasehat H Raden Romo Syafi’i SH MHum, Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat PKB Pujakesuma Choking Susilo Sakeh, Ketua PKB Pujakesuma Sumut Kompol Drs. H. Joko Susilo, serta Ketua PKB Pujakesuma Kota Medan Drs. Hendra DS beserta jajaran pengurus selaku tuan rumah.

Selain itu, turut hadir pada tradisi warga Jawa yang rutin digelar setiap kali menjelang puasa Ramadhan itu para sedulur PKB Pujakesuma diantaranya H Gus Irawan Pasaribu SE Ak MM, H Chairuman Harahap SH MH, Letjen TNI (Purn) AY Nasution, dan Ketua Pendawa Sumut Ruslan SE.

Al-Ustadz Drs. H. M. Fadli Said, MA dalam tausyiahnya mengingatkan, tujuan Allah SWT mewajibkan puasa kepada orang-orang yang beriman sebagaimana termaktub dalan Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 183 agar mendapat predikat takwa.

Tanda-tanda orang bertakwa itu, kata Fadli Said, paling tidak ada lima, yaitu senantiasa mendirikan sholat, rajin berinfaq, membaca Al-Qur’an dan diamalkan, beriman kepada kitab-kitab, serta meyakini bahwa Akhirat itu pasti ada.

Selain itu dikatakan Fadli Said, makna takwa itu menegaskan kepada orang-orang yang beriman agar melaksanakan segala perintah Allah dan meninggalkan segala larangan-Nya, serta ridho atas segala apa yang diterima baik itu nikmat maupun musibah.

”Karena itu, puasa menjadi sarana ujian untuk melakukan pembersihan jiwa, menghentikan segala perbuatan negatif dan pikiran-pikiran buruk. Jika lulus, maka kita akan kembali suci pada Idul Fitri,” katanya.

Sementara keutamaan-keutamaan yang diturunkan Allah SWT pada bulan puasa Ramadhan, kata Fadli Said, diturunkan-Nya Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat manusia, bulan penuh kesabaran, bulan penuh rahmat dan bulan penuh pengampunan. (rel)