Tak Mahir Komputer Peserta UKG Online Tak Perlu Risau

MEDAN (Berita): Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidik (PSDMP-PMP) Kemendikbudnas Syawal Gultom menyatakan, para guru tidak perlu risau akan pelaksanaan uji komptensi guru yang dilakukan secara online pada 30 Juli mendatang.

Sebab, aplikasi sistemnya sudah dibuat semudah mungkin (friendly) bagipara guru yang menjadi peserta kegiatan tersebut. “Gak ada masalah bagi yang buta komputer, yang penting jangan buta huruf. Tidak perlu rumit-rumit, hanya tekan saja apa yang menurut guru benar jawabannya, baik itu A, B, C, atau D,” ucap Syawal saat membuka kegiatan pembekalan simpul tempat uji kompetensi (TUK) di Hotel Dharma Deli, Senin (16/7) malam.

Penggunaan sistem online dalam uji kompetensi ini merupakan sebuat terobosan baru yang diterapkan Kemendikbudnas. Dimana, sebelumnya dilakukan secara manual melalui lembar jawaban tertulis. Sistem baru ini dianggap lebih mudah dan praktis dibandingkan sistem lama.

”Kelebihannya, Online tidak bocor dan tidak bisa nyontek. Sebab, begitu di buka masing-masing guru akan mendapatkan soalnya berbeda. Soalnya pun acak setiap peserta, jadi tidak akan dan tidak sempat untuk menyontek,” kata Syawal.

Selain itu, tambah dia, sistem online ini memudahkan dalam proses penilaian. Sebab, begitu selesai menjawab soalnya maka secara otomatis sudah didapatkan hasilnya. Berbeda dengan proses manual yang dilakukan sebelumnya dimana harus melalui proses scanning.

“Namun, ada juga beberapa daerah yang terkoneksi jaringan maka dilakukan secara offline dengan menggunakan CD. Ada yang lebih parah lagi misalnya tidak perangkat komputer atau elektronik lainnya maka kita kasih bentuk lembar jawaban kertas,” jelasnya.

Mantan Rektor Universitas Negeri Medan ini menambahkan, tujuan dilakukannya UK guru yang sudah bersertifikat ini adalah untuk mendapatkan pemetaan sejauh mana kinerja guru. Apakah sesuai standar yang ditetapkan, atau dibawah seperti pengalaman UK guru sebelumnya.

“Rohnya UK ini adalah pembinaan. Dengan UK ini kita bisa memetakan sejauh mana kinerja guru kita. Setelah tahu, dimana posisinya, maka kita bisa melakukan pembinaan,” ucapnya.

Sementara Ketua Panitia Alfarizi menyatakan, dalam kegiatan itu diwakili dua orang masing-masing kabupaten/kota. Tujuannya pembekalan ini dilakukan agar peserta dapat memahami persoalan teknis ketika melakukan instalasi aplikasi UKG, dan menyelesaikan persoalan ketika terjadi gangguan dan hambatan dalam pelaksanaanya.

”Pengembangan aplikasi saat ini sudah tahap uji coba di beberapa daerah seperti Jatim, DKI Jakarta, Sumut, dan  Sumsel. Masih ada beberapa kendala, namun perlahan akan terus disempurnakan hingga pelaksanaan ujian,” jelasnya.

Sementara Kepala Lembaga Penjamin Mutu Pendidik (LPMP) Sumut Bambang Winarji menyatakan, sejauh ini mereka sudah menetapkan 141 titik di 33 Kabupaten/Kota tempat pelaksanaan UKG Online ini. Namun, hal itu masih terus disempurnakan, jika masih ada ditemukan kendala. “Untuk tahap I ini didahulukan guru dan kepala sekolah. Setelah itu, nanti di Oktober baru menyusul Pengawas,” katanya.(aje)