SALAM JOKOWI : Cagub DKI Jakarta, Joko Widodo memberi salam ketika akan menemui Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri di tempat pemungutan suara (TPS) 031 di Kebagusan, Jakarta Selatan, Rabu (11/7).
Jakarta, ( Berita ) – Pasangan Jokowi-Ahok sementara unggul dalam Pilkada DKI Jakarta dengan perolehan 42,56 persen suara, berdasarkan perhitungan cepat Lembaga Survei Indonesia. “Total suara yang masuk 93,66 persen,” kata Burhanudin Muhtadi, di Jakarta, Rabu [11/07]
Di urutan kedua pasangan Foke-Nachrowi 33,66 persen, ketiga Hidayat-Didik 11,96 persen. Pasangan independen Faisal-Biem 4,96 persen, pasangan Alex-Nono 4,83 persen sedangkan pasangan Hendardji-Riza di posisi buncit 2,1 persen. LSI melakukan perhitungan cepat atau quick count perolehan suara pemilu DKI dengan populasi 15.059 Tempat Pemungutan Suara. “Dalam quick count ini jumlah sampel ditetapkan sebanyak 410 TPS,” kata Burhanudin.
Dia menjelaskan, metode yang digunakan Kombinasi Stratified-Clustered Random Sampling. Dan diprediksikan toleransi kesalahan (margin of error) sebesar kurang lebih -1 persen pada tingkat kepercayaan 99 persen. Adanya cluster effect memungkinkan margin of error sebesar dua persen.
JOKOWI BERTEMU HIDAYAT : Cagub DKI Jakarta Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Cagub DKI Hidayat Nur Wahid (kanan) ketika bertemu di Rumah Relawan Hidayat di kawasan Warung Buncit, Jakarta, Rabu (11/7). Kedua Cagub DKI Jakarta itu menyatakan pertemuan tersebut hanya silaturahmi. (ant )
Jokowi-Hidayat Ingin Tunjukan Kerukunan Antar Kandidat
Kunjungan calon gubernur DKI Jakarta dengan nomor urut tiga, Joko Widodo (Jokowi) ke markas tim pemenangan saingannya Hidayat Nur Wahid di Jakarta, Rabu, bertujuan untuk menunjukkan kerukunan antar kandidat.
Menurut Jokowi dalam kunjungan tersebut, dirinya hanya ingin bersilaturahim dengan ustad Hidayat Nur Wahid pada hari pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI Jakarta yang berlangsung, Rabu, 11 Juli 2012. “Kunjungan saya kesini hanya mau bersilaturahim dengan ustad,” katanya dalam kunjungan tersebut.
Kedua kandidat tersebut menyatakan keinginan mereka untuk menunjukkan kepada masing-masing pendukungnya bahwa mereka masih bisa rukun di tengah persaingan menjadi gubernur DKI Jakarta. ”Kami ingin tunjukkin bahwa jangan sampai pilkada jadi panas, wong pemimpinnya saja bisa rukun kayak gini,” kata Jokowi.
Selain itu Jokowi juga menjelaskan bahwa dalam pertemuannya dengan Hidayat, masing-masing tim berbagi informasi seputar pelaksanaan pemungutan suara dan kisruh tentang daftar pemilih tetap (DPT). ”Kita bicara banyak soal DPT. Kami harap agar DPT bersih dan jadi DPT yang benar dan bisa digunakan untuk pilkada yang bersih,” kata ujar Jokowi.
Sementara itu, Hidayat membenarkan adanya benturan antarpendukung di tingkat akar rumput, dan berharap agar para pendukung masing-masing kubu bisa akur selama berlangsungnya proses pilkada.
Hidayat juga menyatakan bahwa dalam pertemuan ini keduanya mementingkan upaya silaturahim karena berpolitik tidak harus bermusuhan, bukan tidak bisa bersahabat dengan pesaing lain. Seusai bertemu dengan Hidayat, Jokowi dan timnya langsung menuju ke markas mereka di Jalan Borobudur, Jakarta Pusat. (ant )
You must be logged in to post a comment Login