Presiden Bashar Tuduh Turki Bantu Teroris Suriah

Ankara ( Berita ) :  Presiden Suriah Bashar al-Assad dalam wawancara disiarkan Rabu menuduh Turki memberi dukugan logistik kepada “teroris” Suriah dan minta Ankara menghentikan campur tangan dalam masalah negaranya.

“Keinginan Turki melakukan campur tangan dalam masalah dalam negeri Suriah menempatkan negara itu pada posisi berpihak bagi semua kegiatan berdarah di Suriah,” katanya kepada surat kabar “Cumhuriyet” dalam wawancara disiarkan Rabu, bagian pertama dari itu disiarkan sehari sebelumnya.

“Turki memasok semua dukungan logistik kepada teroris-teroris yang telah membunuh rakyat kami,” kata Bashar, yang melakukan tindakan keras sejak pemberontakan rakyat meletus Maret tahun lalu.

Lebih dari 16.500 orang, sebagian besar sipil tewas dalam aksi kekerasan itu dan Turki, yang pernah menjadi sekutu kuat Suriah di kawasan itu, memutuskan hubungan dengan Damaskus dan menampung lebih dari 35.000 pengungsi Suriah di wilayahnya.

Pemberontakan itu meningkat menjadi satu konflik senjata antara tentara dan serdadu yang membangkang yang tergabung dalam Tentara Pembebasan Suriah.

Pasukan itu dikomandoi dari Turki oleh Kolonel Riad al-Assad, yang melarikan diri bersama dengan sejumlah tentara yang membangkang. Turki berulang-ulang membantah mengiznkan serangan-serangan di Suriah dilancarakan dari wilayahnya dan menegaskan Turki tidak memberikan dukungan kepada Tentara Pembebasan Suriah seperti yang dituduhkan Suriah dan laporan-laporan di media asing.

Presiden Suriah itu juga menuduh Perdana Menteri Turki Recep Taip Erdogan dimotivasi oleh “naluri-naluri sektarian.” Turki, yang memiliki perbatasan panjang dengan Suriah, berpenduduk mayoritas Muslim Sunni, seperti halnya dengan sebagian besar warga Suriah,sementara pemerintah di Damaskus, tentara dan partai yang berkuasa adalah anggota sekte Alawi, satu bagian dari Syiah.

Dalam bagian pertama dari wawancara dengan Cumhuriyet itu, Bashar mengatakan ia menyesalkan pasukan pertahanannya telah menembak jatuh satu jet tempur Turki pada 22 Juni, tetapi masih tetap menegaskan pesawat itu melintasi wilayah udara Suriah.

“Saya ingin mengatakan 100 persen bahwa kami tidak menyerang pesawat itu,” katanya dua pekan lalu setelah jet tempur F-4 Phantom  yang sedang melakuka misi latihan ditembak dan jatuh di laut Mediterania lepas pantai Turki.

Tetapi ia mengatakan pesawat itu sedang terbang rendah dan memasuki satu koridor udara  yang pada waktu lalu diguakan pesawat-pesawat Israel untuk menyerang Suriah. Ia juga menegaskan pesawat itu berada di wilayah udara Suriah, dan tidak di wilayah udara internasional seperti yang diakui Ankara. (ant/afp)

 

You must be logged in to post a comment Login