30 Tim Berlaga Di Open Run LA Lights Streetball

MEDAN (Berita): Sebanyak 30 tim berlaga di Open run LA Lights Streetball 2012 di Kota Medan, yang digelar selama dua hari, Sabtu dan Minggu kemarin di areal parkir Universitas Dharma Agung.

Tim-tim unggulan seperti Ice Cream, Polonia ataupun sang juara bertahan, Universal sengaja disajikan membuat seru pertandingan. Kota satu-satunya yang terselenggara di Sumatera ini semakin lama memiliki kualitas skill dan kreatifitas bermain streetball yang semakin bagus.

Hal ini diungkapkan oleh Lana aka Money Man pemain dari Universal sekaligus All Stars 2011 “Semakin baiknya kualitas para streetballer Medan karena mereka memiliki target yang sama dengan yang lainnya yaitu menjuarai ajang LA Lights Streetball yang bergengsi dan terbesar di Indonesia.”

Tidak dapat dipungkiri kota Medan menyumbang dua All Stars 2011 dengan posisi handler, karena memang di Medan mayoritas para streetballer berada di posisi handler. Lana aka Money Man mengungkapkan, “Mayoritas streetballer Medan adalah handler sehingga akan mampu membuat banyak trik dalam laga pertandingan LA Lights Streetball open run Medan maka saya yakin rekor PBCR yang telah terpecahkan di Jakarta akan mampu kami patahkan dan bisa melebihi kota Jakarta.

Rahmad aka Invisible salah satu All Stars 2011 dari Medan yang berasal dari komunitas Ice Cream pun mengungkapkan hal yang sama, “Medan merupakan kota handler karena postur badan para streetballernya tidak terlalu tinggi dan terlebih lagi terinspirasi dari para All Stars 2011 dari Medan yang notabene mengisi semua posisi handler.

Tentu kondisi ini akan memberikan nuansa permainan berbeda dari kota-kota lain karena akan berpeluang melampaui Point Breaker City Record kota Jakarta. Penyebaran streetballer yang merata dan iklim kompetisi yang telah terbentuk sejak lama merupakan faktor yang membuat Medan seringkali turut menyumbangkan All Stars dengan posisi handler yang handal.

Kondisi tersebut menjadi alasan LA Lights menjadikan Medan sebagai salah satu kota penyelenggara LA Lights Streetball 2012. Hal ini diungkapkan oleh Maya Shintawati selaku Brand Manager LA Lights, ”Streetball terkait erat dengan kreatifitas dan originalitas.

Keduanya menjadi faktor utama dalam membentuk kualitas streetballer handal yang ditandai dengan kepiawaian menciptakan maupun memainkan trik-trik streetball menarik serta menghibur.

Hal ini yang menjadi sumber permainan yang ketat dan atraktif bagi pecinta streetball. Hebatnya, Medan menunjukkan animo luar biasa tidak hanya kuantitas namun juga kualitas para streetballer dari tahun ke tahun. Ini juga merupakan efek dari All Stars yang berasal dari Medan yang memberikan inspirasi bagi para streetballer lain.”

Guna menghadirkan permainan yang atraktif, Mahaka Sport selaku pelakasana melakukan beberapa perubahan dalam hal peraturan yang ada. “Kami bersama LA Lights melakukan hal tersebut semata-mata dilakukan sebagai komitmen kami dalam memberikan suguhan pertandingan menghibur yang sarat dengan aksi-aksi trik kreatif dan orisinil.

Peraturan baru yang hadir di tahun ini seperti 3 second box, star zone, akumulasi point breaker, point breaker city record, 5 second violation, serta penambahan sejumlah gimmick dan kontes individual skill. Perubahan ini didesain agar streetball dapat menjadi tontonan yang atraktif, sarat dengan suguhan trik-trik kreatif, sehingga mampu memberikan hiburan bagi penikmat streetball tanah air,” ujar Muhammad Rifky selaku Event Manager Mahaka Sports,

Peraturan baru, seperti Star Zone, yang memberikan kesempatan kepada handler maupun dunker handal di setiap tim untuk mencetak point breaker sebanyak-banyaknya, menjadi kredit point bagi tim-tim yang dihuni streetballer dengan fisik mendukung.

Analisa ini diperkuat oleh pernyataan Rahmad aka Invisible, ”Saya merasa senang dengan adanya peraturan Star Zone ini karena membuat para pemain menjadi lebih leluasa dalam membuat point breaker.

Setiap tim diperbolehkan untuk memilih dua orang pemain handalnya, baik handler maupun dunker, dimana pemain tersebut akan diberikan whrist band. Nah, kedua pemain ini diperbolehkan mengeksploitasi kemampuannya mencetak point breaker dalam zona khusus, Star Zone.

Kondisi ini menguntungkan tim-tim streetballer Medan yang memang mayoritas berada di posisi handler. Kita jadi lebih bebas untuk mencetak akumulasi point breaker karena defense yang lebih fleksibel.”

Berikut Juara LA Lights Streetball 2012 Open Run Medan:

1. Universal Streetball (30 points)

2. Ice Cream Streetball 1 (8 points)

Juara MVP Point Breaker :

Rahmad Edi Gunawan AKA Invisible (36 points) – Ice Cream Streetball 1 Juara MVP Dunker: Sugianto AKA Hangover – Polonia Ball Star 1 Juara Rockie: Fadillah AKA Shadow (Ice Cream Streetball 1).(irm/rel)

You must be logged in to post a comment Login