Produktivitas Guru Menulis Masih Rendah

MEDAN (Berita): Rektor Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) Prof Dr Ir H Zulkarnain Lubis mengungkapkan, minat menulis guru di Indonesia termasuk di Sumatera Utara sangat rendah. Artinya produktivitas guru sangat rendah dalam hal tulisan.
“Persoalan menulis memang gampang-gampang sulit,” aku Zulkarnain Lubis ketika membuka pelatihan penulisan jurnal ilmiah dan populer di kampus UISU Al Munawwarah Jalan SM Raja, Rabu (16/5).
Zulkarnain Lubis juga tampil sebagai pembicara dalam pelatihan diikuti 100 orang guru peserta. Selain Zulkarnain, Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan diwakili Drs Zulkifli Simatupang MPd dihadirkan dalam pelatihan teknik menulis artikel ilmiah kerjasama Disdik Kota Medan dengan UISU.Tiga materi kerjasama dilaksanakan UISU dengan Disdik Medan yakni pelatihan manajemen kepala sekolah, teknik penulisan artikel ilmiah untuk para guru dan penelitian tindakan kelas sekaligus mengaflikasikannya kepada siswa.
Zulkarnain menuturkan, dalam menulis mengandung tiga komponen yaitu tahu, mampu dan mau. “Tahu apa yang ditulis, mampu menulis dan mau menulis,” ujarnya. Dijelaskannya, persoalan tahu, artinya mempunyai sesuatu yang harus ditulis, sementara persoalan mampu itulah cara menulis sekaligus memotivasi supaya mau. Ini bukan semata-mata untuk kenaikan golongan dalam mendapatkan sertifikasi tapi  perlu guru yang berkualitas serta mampu menulis secara ilmiah sehingga berdampak pada kualitas pendidikan dan siswa.
Namun kata dia, bukan dengan pelatihan penulisan jurnal ilmiah dan populer ini tidak menjadikan guru-guru rajin menulis secara otomatis. Tapi setidaknya  akan menyadarkan orang untuk lebih aktif dalam menulis. Dengan aktifnya menulis para guru akan menimbulkan lingkungan akademik atmosfir di sekolah.
Dikatakan Zulkarnain, tujuan pelatihan ini untuk merangsang minat para guru menulis sehingga memperluas cakrawala berfikir dan membuat rajin belajar. Salah satu kesulitan yang paling utama  bagi guru untuk great point adalah menulis baik menulis artikel ilmiah dan populer.
Sementara Drs Zulkifli Simatupang MPd mengatakan, manfaat artikel ilmiah yakni memperoleh pengakuan profesional dari kalangan profesinya, memperdalam penguasaan bidang ilmu. Memperlancar peningkatan karir akademik atau jabatan fungsionalnya dan berpartisipasi dalam penyebaran dan pengembangan ilmu. Selain itu ada 5 macam kegiatan dalam pengembangan profesi guru yakni karya tulis ilmiah (KTI), teknologi tepat guna, alat peraga, karya seni dan kurikulum.(aje)