Pancasila Pondasi Ideologi Negara

Lebak ( Berita ) : ¬†Pengamat politik Hanip Sobari menilai Pancasila harus menjadi pondasi ideologi negara, bukan pilar negara yang membuatnya mudah dilupakan dalam kehidupan bermasyarakat. “Saat ini, masyarakat sudah meninggalkan Pancasila sebagai ideologi negara, padahal Pancasila sebagai pemersatu bangsa Indonesia,” katanya di Rangkasbitung, Senin [21/05] .

Dalam seminar bertajuk “Nasionalisme Sepanjang Masa” di Gedung Korpri Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, ia menjelaskan kepemimpinan otoriter Soeharto selama 32 tahun telah menjadikan Pancasila sebagai asas tunggal dan alat penguasa.

“Saat ini, bangsa Indonesia memasuki era baru dan reformasi total, sehingga semua stuktur juga mengalami pergeseran, tapi hal itu menjadi sebuah diskusi untuk menjadi lebih baik,” katanya.

Dalam proses diskusi untuk pembelajaran bersama itu, perangkat-perangkat politik juga baru belajar, karena semula hanya ada tiga partai politik yakni Golkar, PDI dan PPP.

“Semua partai itu tumbuh dengan dukungan penguasa, namun setelah kebebasan di era reformasi, maka tuntutan-tuntutan pun beragam, seperti Aceh yang merasa kecewa terhadap pemerintah pusat dan didukung oleh tokoh-tokoh yang mengusulkan lepas dari NKRI,” katanya.

Namun, katanya, semua lini dalam kehidupan berbangsa hampir mengalami hal serupa dan secara keseluruhan belum siap, tetapi upaya perbaikan pun ada.

“Saat ini Indonesia masih belajar, bahkan pemerintah pun tidak bersuara ketika TKI tewas ditembak di Malaysia, karena itu Pancasila harus terus diwacanakan melalui diskusi-diskusi maupun pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas),” katanya. Dengan cara itu, Pancasila akan menjadi pondasi untuk perbaikan nasionalisme. “Kita kembali ke ideologi Pancasila untuk menjadi bangsa yang kuat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Penyelenggara Seminar “Nasionalisme Sepanjang Masa” Uday mengatakan, kegiatan seminar itu bertujuan menyuarakan nasionalisme bangsa Indonesia melalui nilai-nilai Pancasila sebagai pondasi negara. “Selain seniman se-Banten, peserta seminar juga berasal dari kalangan mahasiswa STKIP Rangkasbitung,” katanya. Ia menambahkan seminar kali ini merupakan rangkaian “Banten Art Festival 2012 Bicara Lewat Karya” yang menampilkan pameran seni lukis. ¬†(ant )