Oknum Polres Pukuli Warga Pakai Senpi

PEMATANGSIANTAR ( Berita ): Seorang oknum personil Polres Simalungun yang bertugas di Pos Sat Lantas Polsek Tiga Balata, Brigadir HT, diduga menganiaya seorang warga dengan memukuli pakai senjata api (senpi) jenis pistol serta mengencingi wajah dan tubuh warga itu. Tentu saja, ini dinilai nyata-nyata melanggar kode etik Polri.

“Oknum polisi itu sudah dipanggil dan sedang menjalani pemeriksaan di Unit Propam Polres Simalungun. Saat ini dan senpi yang selama ini dipakai dalam bertugas sebagai polisi lalulintas (Polantas) langsung disita dan dicabut izin pemakaiannya,”sebut Kapolres Simalungun AKBP M. Agus Fajar H, S.Ik saat dikonfirmasi melalui Kasubbag Humas AKP H. Panggabean, SH,Rabu (4/4).

Menurut Panggabean, Kapolres yang memerintahkan langsung Unit Propam memanggildan memeriksa serta menarik senpi dari oknum polisi itu.“Tindakannya menganiaya warga dengan menodongkan pistol sudah melanggar disiplin Polri danakan dikenakan tindakan sesudah selesai diperiksa Propam.

”Oknum polisi itu diduga menganiaya seorang warga, korban Timbang Silitonga, 33, pedagang mie, warga Jalan Parapat, Desa Parmonangan, Kec. Jorlang Hataran, Kab. Simalungun di café Siantar Man 2 Kasindir, Simalungun pada Selasa (3/4) pukul01:00 dinihari.

Menurut korban yang terpaksa mendapat perawatan akibat penganiayaan itu di instalasi gawat darurat (IGD) Dr. Djasamen Saragih, Kota Pematangsiantar, penganiayaan terjadi ketika korban sedang minum tuak dicampur bir bersama rekannya Gibson dan Sabam Ompusunggu di dalam cafe.

Lima meter dari meja korban, oknum polisi yang saat itu berpakaian preman juga sedang minum bersama rekannya Dedy.Saat korban sedang berbincang-bincang dengan rekannya, oknum polisi itu mendatangi dan langsung menodongkan pistol ke kening korban.

Dengan membentak, oknum polisi itu mengatakan sudah lama dendam kepada korban. Namun, saat korban bertanya dendam apa, oknum polisi itu langsung memukulkan gagang pistolnya ke pelipis korban.

Kedua rekan korban segera melarikan diri sesudah melihat pistol di tangan oknum polisi itu. Sesudah dipukuli, korban yang sudah babak belur dan tidak berdaya, diseret oknum polisi itu keluar cafe.

Tanpa belas kasihan, oknum polisi  dikabarkan mengencingi wajah dan tubuh korban. Ketika mendapat perawatan di RSUD, Camat Jorlang Hataran Arifin Nainggolan mendatangi korban dan menawarkan agar berdamai dengan oknum polisi itu, namun korban menolak dan menyatakan akan tetap membuat pengaduan.

Menurut korban, dia tidak mengetahui penyebab pasti mengapa oknum polisi itu menganiayanya, karena selama ini antara dia dengan oknum polisi itu tidak ada masalah. Korban secara resmi mengadukan penganiayaany ang dialaminya ke SPK Polres Simalungun. (WSP/a30)