Medan Damai Sikapi Kenaikan Harga BBM

Ratusan massa mahasiswa saat menggelar demo di depan gedung DPRD Sumut menolak rencana kenaikan harga BBM, Kamis (15/03). Unjuk rasa tersebut berlangsung tertib.(Berita Sore/irma)

MEDAN (Berita): Masyarakat Kota Medan tampaknya ‘adem-ayem’ saja dalam menyikapi rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan Tarif Dasar Listrik (TDL). Meskipun tetap terjadi sedikit gejolak berupa demo-demo, namun massa hanya sebatas meneriakkan yel-yel dalam menyampaikan¬† keritikan kepada kebijakan pemerintah SBY-Boediono tersebut. Sebagaimana demo massa yang berlangsung, Kamis (15/03) siang, saat mendatangi Gedung DPRD Sumut.

Massa mahasiswa yang jumlahnya ratusan mengatasnamakan Aliansi Mahasiwa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Untuk Rakyat (AMUK) Rakyat, hanya berkumpul dan terduduk di luar pagar gedung wakil rakyat sembari menyanyikan lagu Indonesia Raya. Sementara itu puluhan aparat kepolisian dibantu petugas Satuan Pengaman (Satpam) Gedung Dewan berjaga-jaga, di depan pintu pagar.

Namun massa menyampaikan aspirasinya dengan damai meski tetap meneriakkan yel-yel keritikan mereka akan rencana kenaikan BBM yang mulai diberlakukan 1 April 2012.
Dalam orasinya, mahasiswa¬† menyesalkan rezim pemerintahan SBY-Boediono yang tidak berpihak kepada rakyat. Massa menentang kenaikan harga BBM dan TDL yang membuat rakyat menderita. Serta menolak rencana pencabutan subsidi BBM dan TDL. “Harga BBM naik bukti kegagalan rezim SBY-Boediono,” teriak massa.

Namun demikian massa dalam orasinya juga menawarkan¬† jalan keluar kepada pemerintah, untuk segera menasionalisasi aset-aset vital di bawah kontrol rakyat, membangun industrialisasi nasional yang kuat dan mandiri serta melaksanakan reforma agraria. “Kami juga minta agar segera ditangkap dan adili, serta sita harta koruptor untuk kesejateraan rakyat,” kata massa.

Aksi itu berlangsung damai dan jauh dari anarkisme, selanjutnya massa bertolak dengan tertib menuju Kantor Gubernur, tanpa ada seorangpun dari wakil rakyat yang menerima mereka. Bersamaan dengan aksi tersebut tak seorangpun anggota DPRD Sumut terlihat masuk kantor. Agaknya mereka juga merasa khawatir akan terjadi anarkisme massa yang datang ke DPRD Sumut menentang kenaikan harga BBM. Sebelum menuju gedung dewan massa lebih dahulu menyampaikan aspirasinya, ke kantor Pertamina diUPMS I Medan Jalan Puteri Hijau.(irm)